"Jelas bukan hanya bertabrakan dengan agama, tapi dengan fitrah manusia. Kecuali yang waria itu sejak lahir. Kalau dibikin-bikin mendadak kemayu dari awal itu tidak," ucap Said Aqil di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (5/2/2016).
Karena itu, Said mendukung langkah Menristek Dikti yang melarang LGBT masuk ke kampus. Meski, tidak juga serta merta menghadapi itu dengan kebencian apalagi kekerasan.
"Ini harus melakukan dengan ramah santun, nggak boleh dengan kebencian. Saya setuju Menristekdikti melarang masuk kampus, supaya kampusnya berwibawa," ujarnya.
Said juga sempat mengumbar canda tentang hal tersebut. "Ini membahayakan. Sudah banyak orang di pinggir jalan, sudah cantik-cantik tahu-tahunya laki-laki," imbuhnya. (miq/rvk)











































