Thailand Anggap Gugatan Korban Tsunami Tidak Beralasan
Rabu, 09 Mar 2005 12:56 WIB
Jakarta -
Pemerintah Thailand diminta untuk bertanggung jawab karena dianggap gagal mengingatkan penduduk mengenai bencana tsunami 26 Desember lalu. Namun tuntutan itu dianggap pemerintah Thai sebagai tidak beralasan."Thailand dan badan-badan pemerintahnya tidak gagal melaksanakan tugas-tugas mereka," tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Thai Sihasak Phuanketkeow, seperti dilansir AFP, Rabu (9/3/2005)."Bencana itu merupakan kekuatan alam yang tidak akan mungkin diprediksi. Tsunami merupakan fenomena yang belum pernah dialami di Thailand," ujar Phuanketkeow.Bencana tsunami menewaskan sekitar 300 ribu orang, termasuk lebih dari 5.300 orang di Thailand. Pejabat-pejabat Thai kala itu menyatakan bahwa gelombang tsunami tersebut merupakan yang pertama kali terjadi di Thailand dalam 300 tahun.Para pengacara AS dan Austria telah mengajukan gugatan terhadap pemerintah Thailand dan badan peramal cuaca AS. Mereka diminta menjawab tuduhan bahwa mereka gagal dalam tugas mereka untuk memperingatkan rakyat akan terjadinya tsunami.Gugatan itu diajukan ke sebuah pengadilan distrik New York, AS atas nama para korban tsunami. Salah seorang pengacara terkemuka yang mengajukan gugatan tersebut adalah Edward Fagan dari AS, yang terkenal pada tahun 1990-an atas gugatannya terhadap bank-bank Swiss atas rekening-rekening era-Holocaust.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































