Pembicaraan Soal Ambalat Tak Memerlukan Penengah

Pembicaraan Soal Ambalat Tak Memerlukan Penengah

- detikNews
Rabu, 09 Mar 2005 12:36 WIB
Jakarta - Masalah Ambalat tidak dapat diselesaikan dengan klaim sepihak tetapi harus melalui pembicaraan bilateral. Pembicaraan soal Ambalat tidak memerlukan pihak ketiga atau penengah. Hal itu dikatakan Menlu Hassan Wirajuda kepada wartawan usai penandatanganan Persetujuan Debt Swap RI-Italia di Gedung Pancasila Deplu, Jl. Pejambon, Jakarta, Rabu (9/3/2005). "Tentunya dalam pertemuan nanti kita akan menegaskan kembali posisi kita bahwa wilayah yang diklaim Malaysia adalah wilayah kita," ujarnya. Menurut Hassan, pertemuan bilateral antara dirinya dengan Menlu Malaysia yang dijadwalkan malam ini membicarakan 3 hal. Pembicaraan itu meliputi sebagian kecil laut teritorial di dekat Pulau Sebatik mengenai landas kontinen, perairan bawah laut serta zona ekonomi eksklusif (ZEE). Hassan berharap pertemuan itu dapat menghasilkan langkah ke depan untuk menyelesaikan masalah laut kedua negara. Masalah itu tidak hanya perbatasan di Laut Sulawesi tetapi juga perbatasan Selat Malaka dan Natuna."Tetapi hal tersebut harus diselesaikan berdasarkan kesepakatan bukan klaim sepihak, apalagi klaim yang secara agresif. Dan bukan seperti gelar kekuatan seperti menangkapi pekerja kita yang sedang membangun mercu suar. Ini yang menjadi dasar kita kepada Malaysia untuk duduk bersama, serius, menyelesaikan masalah," paparnya. Dikatakan Hassan, Indonesia tidak akan menawarkan apa-apa karena meyakini klaim terhadap Ambalat mempunyai dasar kuat. "Tapi tentunya Malaysia juga mengklaim dan punya dasar. Kalau mereka punya klaim apa dasarnya? Selama ini hal itu tidak pernah dijelaskan kepada kita," ungkapnya. Rencananya Menlu Malaysia Syed Hamid Albar dijadwalkan tiba di Indonesia siang ini. Berdasarkan jadwal yang diperoleh wartawan, pertemuan kedua menlu akan berlangsung di Hotel Dharmawangsa, pukul 21.00 Wib usai dinner meeting ASEAN dengan Uni Eropa. (rif/)


Berita Terkait