Â
"Kasus demam berdarah dan kasus zika kita harus cepat sebelum peredaran instruksi dari Menkes. Kita harus meminta daerah untuk waspada menghadapi hal-hal seperti itu," kata Tjahjo di gedung Kemendagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (5/2/2016).
Tjahjo mengatakan itu saat pidato usai menyaksikan penandatanganan simbolik kontrak pengadaan barang dan jasa senilai Rp 75,74 miliar antara unit pelaksanaan barang dan jasa dan Sekjen Kemendagri Yuswandi A Tumenggung.
Tjahjo menegaskan, harus ada antisipasi dini untuk mencegah virus zika.
Pada Kamis (4/2), Menkes Nila Moeloek menyatakan virus zika lebih ringan dari DBD. Penyebabnya sama dengan demam berdarah yakni gigitan nyamuk Aedes Aegypti.
Mereka yang terserang virus zika akan sembuh dalam 2-7 hari. Zika bisa berkembang pesat di pergantian musim seperti saat ini.
Cara mengantisipasi virus zika yakni menjaga kebersihan rumah dan lingkungan semaksimal mungkin. Masyarakat harus menggalakkan kembali gerakan 3M yakni dengan menutup rapat-rapat bak mandi agar nyamuk tidak bersarang, menguras bak mandi minimal satu minggu sekali, serta menimbun kaleng atau wadah kosong yang berisi air ke dalam tanah agar nyamuk tidak menemukan tempat untuk bertelur. (nwy/nrl)











































