"Saya kira kita semua menghormati Pak Akbar. Beliau sebagai ketua dewan pertimbangan dan tokoh senior Golkar pernah menjabat sebagai ketua umum juga. Semua pihak menghormati tidak ada pihak-pihak sedikitpun meninggalkan," ujar Wakil Ketua Umum Golkar, Theo Sambuaga kepada detikcom, Kamis (4/2/2016) malam.
Theo pun menyebut pertemuan antara Jusuf Kalla (JK), Aburizal Bakrie dan Agung Laksono pada Rabu (3/2) lalu tidak bermaksud mengabaikan Akbar sebagai Ketua Dewan Pertimbangan. Theo menyebut pertemuan itu hanya inisiatif JK yang selalu menginginkan kedua kubu bersatu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak JK dalam konteks melihat kelanjutan inisiatif-inisiatif rekonsiliasi. Pak JK sejak waktu yang lalu sebagai individu, sebagai ketua tim transisi, mengajak Munas Bali 1 orang, Munas Ancol 1 orang (bertemu). Tidak bermaksud sama sekali tidak menganggap apalagi Pak Akbar," jelasnya.
Menurut Theo, Akbar adalah tokoh senior yang sangat dihormati oleh kader Golkar. Ia menyebut seluruh kader Golkar tidak ada yang berani mengabaikan Akbar.
"Pak Akbar sangat diperlukan nasihatnya sebagai wantim, mantan ketua umum. Saya yakin tidak ada di antara kita kader Golkar yang bermaksud mengabaikan nasihat-nasihatnya, saran-sarannya. Saya kira tidak pantas kalau mengabaikan pandangan beliau," tandasnya.
(Hbb/Hbb)











































