"Jangan ada lagi sebut kubu Agung dan kubu Aburizal," kata Ical di sela-sela memimpin rapat di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (4/2/2016).
Dalam rapat itu, Ical memberikan kesempatan kepada sejumlah pengurus untuk bicara soal konsolidasi. Beberapa di antara mereka menyampaikan uneg-unegnya, salah satunya adalah Wasekjen Leo Nababan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan ada lagi tim-timan. Saya siap dipimpin Aburizal Bakrie," ujar Leo.
"Jangan ada dusta di antara kita," tambahnya.
Saat berbicara di rapat, Agung yang menjabat sebagai waketum juga meluapkan kegembiraannya karena bisa berkumpul lagi. Menurutnya, ini bagaikan melepas rindu.
"Akhirnya kita bisa kangen-kangenan. Seperti sudah sepuluh tahun tidak bertemu," ucap Agung.
Sejak awal rapat, suasana akrab dan penuh gelak tawa memang sudah terjadi. Rapat sendiri hanya berlangsung selama 1 jam dan dihadiri sederet pengurus Golkar seperti Theo Sambuaga, Sharif Cicip, Setya Novanto, Nurdin Halid, Yorrys Raweyai, Bambang Soesatyo, Tantowi Yahya, Ahmadi Noor Supit, Priyo Budi Santoso, Agus Gumiwang Kartasasmita, Airlangga Hartarto, dan lain-lain.
Selama 1 jam itu, ada beberapa pengurus yang diberi kesempatan bicara. Namun, sejumlah elite Golkar yang sebelumnya ada di kubu Ical tak banyak bersuara saat rapat ini.
(imk/Hbb)










































