Bantah Terlibat Jual Beli Ginjal, RSCM Paparkan Alur Permohonan Donor Organ

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 04 Feb 2016 21:21 WIB
Foto: Wisnu Prasetiyo/detikcom
Foto: Wisnu Prasetiyo/detikcom
Jakarta - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di RSCM. Setelah 8 jam menggeledah Ruang Rekam Medis, Bareskrim membawa satu boks berisi dokumen pasien yang melakukan operasi transplantasi ginjal.

Penggeledahan ini adalah lanjutan dari penyidikan terhadap tiga rumah sakit yang tengah diusut Bareskrim terkait keterlibatannya dalam jual beli ginjal. Dan salah satu RS yang dimaksud adalah RSCM.

Direktur Utama RSCM Czeresna Heriawan menyanggah tentang keterlibatan pihak RS dalam hal jual beli ginjal. RSCM dalam menjalankan operasi transplantasi ginjal dikatakannya sebagai upaya membantu pengobatan kepada pasien.

"Masalah diperjualbelikan itu sama sekali bukan masalah RS. Kalo ada orang berobat ke RS, kami lakukan pengawalan ketat supaya dia baik. Itu saja," ujar Dirut RSCM Czeresna Heriawan kepada wartawan, Kamis (4/2/2016).

Heriawan melanjutkan, jika ada orang yang hendak melakukan transplantasi ginjal, maka tentu akan dilakukan proses verifikasi. Kedua, dalam proses verifikasi itu, maka mereka harus diperiksa oleh tim advokasi transplantasi.

"Tim tersebut melakukan tugasnya yang tujuan utamanya untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak lazim dalam proses operasi tersebut. Itu memang sangat ketat prosedurnya," ujar Heriawan.

Selain pemeriksaan medis, juga akan diperiksa apakah orang yang akan dioperasi ini sudah cukup dewasa. Juga akan diwawancarai dengan mendalam soal keputusan mengikuti operasinya, tanpa ada pengaruh dari pihak lain.

"Ketika itu sudah dapat dibuktikan, baru kemudian dilakukan rekam medis dan laboratorium untuk memastikan apakah pasien ini sudah cukup sehat untuk melakukan operasi," jelas Heriawan.

Dengan prosedur yang dijalankan di RSCM tersebut, Heriawan mengelak jika disebut adanya kecolongan di RS yang ia pimpin.

"Ini bukan masalah kecolongan atau tidak kecolongan. RS bukan pihak tertuduh," tutup Heriawan.

(Hbb/Hbb)