Hoax or Not

Foto Bayi Usia 1 Bulan Meninggal karena Diberi Makan Pisang

Salmah Muslimah - detikNews
Kamis, 04 Feb 2016 19:44 WIB
Foto Ilustrasi oleh Mindra Purnomo/detikcom
Jakarta -
Isu:
Foto bayi sedang dirawat di dalam tabung dengan selang melilit tubuhnya beredar di media sosial. Foto tersebut diposting di media sosial. Dalam foto itu ditulis sebuah pesan yang mengatakan agar para ibu tidak memberikan makan pisang kepada bayi yang usianya di bawah 1 bulan karena bisa menyebabkan kematian.

Isi pesan itu adalah sebagai berikut:
Bunda-bunda kalau bayi umur 1 bulan tolong jangan ada yang dikasih makan apapun yah bun. Bayiku meninggal bun, umur 1 bulan setelah dikasih makan pisang campur nasi karena mengikuti saran ibuku. Jadi sedih banget bun, belum lama gendong bayi udah diambil lagi sama Allah bun.

Investigasi:

detikcom menelusuri sumber foto bayi berusia 1 bulan yang meninggal karena diberi pisang. Namun foto yang dicantumkan adalah foto dari artikel yang dimuat oleh media Inggris, Daily Mail, pada tanggal 27 Juni 2014.

Artikel tersebut bercerita tentang kesedihan hati Channel Miller karena anak perempuannya Ka'Leah Noel, meninggal dunia sembilan hari setelah dilahirkan pada 2012 lalu. Miller mengandung anak kembar, satu laki-laki dan satu perempuan. Dia mengalami masalah saat usia kandungnnya 28 minggu dan kedua anaknya terlahir secara prematur. Kedua anaknya harus mendapat perawatan inkubasi.

Namun malang nasib bayi perempuan Miller. Dokter yang merawat anak tersebut melakukan kesalahan fatal. Sang dokter salah memasukan selang tabung inkubasi ke dalam jantung bayi hingga menyebabkan bayi itu terkena serangan jantung dan meninggal. Sementara saudara laki-lakinya lebih beruntung karena tak mengalami hal serupa.

Foto: Dok Daily Mail- Ilustrasi oleh Mindra Purnomo/detikcom


Sementara itu soal cerita bayi meninggal karena diberi pisang belum diketahui apakah cerita tersebut asli atau hoax. Yang pasti, bayi yang usianya di bawah 6 bulan memang tidak disarankan diberi makan selain ASI karena bisa mempengaruhi kesehatan bayi.

detikcom beberapa waktu lalu pernah berbincang dengan spesialis anak dari RS Siloam Lippo Cikarang, dr Melisa Anggraeni, MBiomed. Melisa mengatakan rekomendasi WHO untuk pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) adalah saat usianya di atas 6 bulan.

"Dulu sempat diumumkan bahwa usia 4 bulan sudah boleh diberikan MPASI namun ternyata ditemukan beberapa risiko. Akhirnya diputuskan kembali menjadi usia 6 bulan," ucap Melissa.

Pada kondisi normal, sebaiknya pemberian MPASI tidak dilakukan dini. Bersabarlah hingga bayi berusia enam bulan untuk menghindari risiko diare, dehidrasi, sensitif alergi, dan gangguan tumbuh kembang.

Beberapa bidan yang bertugas di daerah pelosok juga mengatakan hal yang sama. Misalnya Bidan Rahmi, Finalis Srikandi Award 2012 untuk kategori MDGs 4, mengatakan memberikan makanan padat pada bayi baru lahir sangat besar risikonya bagi kesehatan bayi dan bisa berakibat fatal. Rahmi sering menemukan pasiennya memberi makan bayi mereka yang baru berumur hitungan hari. Para ibu memberikan bayi mereka pisang kerink (dikerik dengan sendok).

"Bahaya memberi pisang pada bayi sangat banyak, bisa menimbulkan kematian karena bisa menyebabkan usus terlipat, sembelit, diare. Bisa tersedak karena bayi itu belum mampu mencerna atau merespons makanan padat, sehingga bisa tersedak dan menimbulkan penyumbatan pada jalan napas. Usus terlipat karena usus bayi belum sanggup mencerna makanan padat sehingga bahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian," jelas Rahmi saat diwawancarai detikcom beberapa waktu lalu.

Idealnya makanan padat seperti pisang baru boleh diberikan setelah ASI eksklusif selesai, sekitar usia 6 atau 7 bulan, sambil ASI terus diberikan sampai umur 2 tahun.

Kesimpulan:
Foto bayi yang meninggal karena diberi pisang adalah tidak benar atau hoax. Foto tersebut merupakan bayi yang meninggal karena terkena serangan jantung. Namun untuk cerita bayi yang meninggal karena diberi makan pisang masih belum jelas kebenarannya. Bisa jadi cerita tersebut benar namun hanya fotonya saja yang hoax. (slm/nrl)