"Kalau kemungkinan berpasangan, dalam politik semua mungkin," kata Sandiaga di kediaman mantan Gubernur DKI Ali Sadikin, Jl Borobudur 2, Menteng, Jakarta, Kamis (4/2/2016).
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini mengenang koalisi PDIP dan Gerindra pada Pilgub DKI 2012 lalu. Saat itu, Jokowi-Ahok sukses terpilih. Sandiaga ingin peristiwa manis itu terulang kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menyatakan pertemuan dengan Boy ini adalah permintaannya sendiri. Sandiaga menunjukkan niatan untuk menjalin komunikasi dengan PDIP, khususnya dengan anak mantan gubernur Ali Sadikin itu.
"Saya sangat membuka komunikasi. Terus terang, saya yang mau datang ke sini, mau dapat auranya," kata Sandiaga.
Namun Boy Sadikin menyatakan tak berminat maju di Pilgub DKI termasuk berduet dengan Sandiaga.
"Kalau saya sudah enggak (ingin maju di Pilgub DKI). Yang muda saja," kata Boy Sadikin sambil menepuk punggung Sandiaga dengan lembut.
Boy menyerahkan persaingan di Pilgub DKI 2017 kepada yang lebih berhasrat maju dan berkemampuan membangun Jakarta. Boy sendiri mengaku belum punya panggilan hati untuk maju di Pilgub DKI.
"Saya itu dari dulu mengatakan, tidak lah ya (maju di Pilgub DKI). Bagaimana ya? Dari sininya (menunjuk dada) belum ada," kata Boy.
Dia ingin pemimpin Jakarta selanjutnya bisa membangun Jakarta menjadi lebih baik. Masyarakat kecil harus diperhatikan. Sambil mengkritik pemerintahan Ahok saat ini, dia menilai pembangunan Jakarta sekarang dikuasai oleh pengembang-pengembang dan kurang memperhatikan rakyat kecil.
"Gubernur ke depan, saya minta lebih tegas. Jangan kemudian diatur pengembang, cilaka semua," ujar Boy.
Pada dasarnya Boy akan mendukung siapapun yang ingin membangun Jakarta. Hanya saja, cagub DKI perlu terlebih dahulu memahami sejarah pembangunan Jakarta agar pembangunan selanjutnya bisa berkesinambungan. (dnu/Hbb)











































