"Ya (berharap statusnya dipulihkan), saya harap bisa jadi sebuah agenda (Munas)," ungkap Nusron di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2016).
Dengan dikembalikannya status sebagai kader Golkar, menurut Nusron itu merupakan bagian dari rekonsiliasi partai. Seperti diketahui, internal Golkar sudah berkonflik selama satu tahun terakhir.
Β
"Kan itu bagian dari rekonsiliasi nasional. Kan tidak hanya saya, tapi juga di daerah. Sampai daerah (kader) yang dipecat-pecat," kata Nusron.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi saya datang ke sini juga dalam rangka urusan itu. Tadi saya (pertemuan dengan Luhut) juga sudah bicara-bicara juga," tutur Nusron.
Jika statusnya dipulihkan, Nusron yang dipecat karena saat pilpres mendukung Jokowi-JK itu mengaku senang. Ia berharap agar elite-elite Partai Golkar bisa berdamai dan kembali memberikan karya bagi negara.
"Kalau memang dipulihkan sih saya senang, karena berarti ada rekonsiliasi. Masa sih Golkar bisa ngurus bangsa, ngurus problemnya nggak bisa," ucap mantan Ketua Umum GP Ansor itu.
"Kita mau menuju rekonsiliasi nasional, rekonsiliasi bangsa tapi rekonsiliasi internal aja nggak bisa," lanjut Nusron.
Sebelumnya dalam rapat konsolidasi perdana bersama kubu Ical, Agung Laksono meminta agar ada langkah rehabilitasi kader Golkar yang dipecat. Dengan demikian maka konflik tak akan berulang.
"Stop tindakan pemecatan. Bahkan kalau sudah dipecat kembalikan posisinya. Perdamaian ini harus permanen," tukas Agung di DPP Golkar, Slipi, Jakbar, Kamis (4/2).
Total ada 18 kader Golkar yang dipecat Ical lewat Munas Bali. Alasan pemecatan karena pembentukan Presidium Penyelamat Partai Golkar dan dukungan ke Jokowi-JK di Pilpres 2014.
Untuk selengkapnya, berikut 18 kader Golkar yang dipecat Ical lewat Munas Bali:
Dipecat karena membentuk Presidium Penyelamat Golkar:
1. Ace Hasan Syadzily
2. Lamhot Sinaga
3. Melchias Markus Mekeng
4. Andi Sinulingga
5. Djasri Marin
6. Lawrence Siburian
7. Zainuddin Amali
8. Juslin Nasution
9. Leo Nababan
10. Agung Laksono
11. Priyo Budi Santoso
12. Yorrys Raweyai
13. Ibnu Munzier
14. Ricky Rahmadi
15. Agun Gunandjar
Dipecat karena mendukung Jokowi-JK di Pilpres 2014:
1. Agus Gumiwang Kartasasmita
2. Nusron Wahid
3. Poempida Hidayatulloh (ear/tor)











































