"Itu kan baru informasi, perlu pendalaman dan sekarang sedang dilakukan pendalaman itu," ujar Buwas sapaan akrabnya, usai rapat dengan Komisi III di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2016).
Dia menekankan ada kemungkinan hubungan Freddy masuk ISIS karena dugaan pembiayaan dana untuk aksi teroris. Hal ini mengacu teroris yang bisa menghasilkan dana besar. Namun, tentunya dugaan ini perlu dibuktikan.
"Kalau kemungkinan bisa saja. Namanya juga narkoba itu menghasilkan dana besar. Dana itu bisa dipakai apa saja termasuk membiayai teroris. Saya kira bisa saja. Tapi, kan perlu pembuktian tentang itu. Nanti kita telusuri," ujar eks Kabareskrim itu.
Seperti diketahui, rumor Freddy gabung ke ISIS setelah kabar kedekatan gembong narkoba itu dengan terpidana terorisme Aman Abdurrahman saat di lembaga pemasyarakatan Nusakambangan, Jawa Tengah.
Terkait status Freddy, Buwas mengatakan bila narapidana vonis hukuman mati itu memang mengendalikan bisnis narkoba dari balik penjara. Maka diperlukan penanganan bersama yaitu dengan koordinasi antara Kemenkumham, Ditjen Lapas, serta BNN.
"Yah memang itu adanya. Makanya begini perlu penanganan bersama. Bagaimana membangun komitmen itu termasuk dengan Dirjen Lapas, Menkumham. Artinya kondisi demikian harus kita tangani tidak hanya oleh BNN," sebutnya. (hat/dra)











































