Menristek Imbau Warga Tak Takut Gerhana Seperti 1983

Gerhana Matahari Total di Indonesia

Menristek Imbau Warga Tak Takut Gerhana Seperti 1983

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 04 Feb 2016 15:33 WIB
Menristek Imbau Warga Tak Takut Gerhana Seperti 1983
Mohammad Nasir (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir meminta masyarakat tidak perlu takut menyaksikan gerhana matahari total pada 9 Maret 2016. "Kami akan melakukan imbauan kepada masyarakat Indonesia, mari kita pelajari gerhana matahari total yang merupakan fenomena alam ini," kata Nasir di kantornya, Gedung BPPT, Jakarta.

Nasir mengatakan, kementeriannya melalui Direktorat Pembelajaran akan mendorong para pelajar meneliti fenomena alam ini. Menurutnya, fenomena langka ini perlu dikaji demi kemajuan pengetahuan. "Kita lakukan penelitian bersama, kita amati bersama," ujarnya.

Nasir berharap tak ada lagi ketakutan berlebihan seperti saat gerhana matahari pada 1983. Nasir mengingat saat gerhana matahari 1983 memang ada anjuran agar warga tidak keluar rumah. Mereka hanya boleh menyaksikan siaran gerhana melalui TVRI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Nasir melawan anjuran itu dan melihat gerhana di luar rumah. Memakai baskom yang diisi air, ia melihat bayangan gerhana matahari. "Ini momen yang luar biasa. Saya sendiri melihat ini wow bagus juga ya, siang hari kita melihat matahari dalam keadaan gerhana total," kata Nasir.

Pada 11 Juni 1983 lalu, terjadi gerhana matahari total yang oleh kalangan ilmuwan dianggap ideal untuk diamati karena terjadi saat musim panas sehingga tak banyak awan. Lagipula, gerhana melewati Pulau Jawa sehingga bisa diamati dari lokasi yang mudah diakses.

Karena itulah para peneliti dan turis asing berbondong-bondong datang untuk menyaksikan keindahan gerhana yang hanya melintasi Indonesia itu. Namun pemerintah Orde Baru kala itu malah menganjurkan warga berada di dalam rumah selama gerhana matahari terjadi.

Bahkan anjuran ini menimbulkan ketakutan berlebihan bagi warga. Ada yang menutup semua ventilasi rumah agar tidak ada cahaya matahari yang masuk, bahkan sumur juga ikut ditutupi. Ada juga yang bersembunyi di kolong meja hingga di kolong tempat tidur.

Mereka juga mendapat informasi bila melihat gerhana maka mata akan buta. Padahal, sebenarnya gerhana matahari total tidak membuat mata buta asal tahu cara yang benar untuk melihatnya.

(Baca Juga: Begini Cara Aman Melihat Gerhana Matahari Total)

Gerhana matahari total 9 Maret 2016 akan melintasi Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku. Sementara untuk Pulau Jawa hanya akan dilewati gerhana matahari sebagian.

(Baca Juga: Jakarta Hanya Dilewati Gerhana Matahari Sebagian, Catat Waktunya!)


Kementerian Pariwisata memperkirakan akan ada lima juta wisatawan lokal menikmati gerhana di titik yang dilintasi gerhana total. Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mematok target 100 ribu turis asing dan demi mencapainya sudah sejak dua tahun lalu pihaknya gencar berpromosi. (okt/slh)


Berita Terkait