Strategi Anti-terorisme AS Dikecam dalam Konferensi Madrid

Strategi Anti-terorisme AS Dikecam dalam Konferensi Madrid

- detikNews
Rabu, 09 Mar 2005 10:27 WIB
Jakarta - Strategi anti-terorisme yang diterapkan Amerika Serikat mendapat kecaman keras dalam sebuah konferensi internasional mengenai terorisme yang berlangsung di Madrid, Spanyol. Sejumlah delegasi yang hadir dalam pertemuan itu mengingatkan bahwa penggunaan kekuatan dan penekanan terhadap kebebasan sipil yang dilakukan AS, berisiko menjadi kontra-produktif."Seseorang bisa memilih untuk menggunakan kekerasan jika itu diperlukan -- namun harus benar-benar mematuhi hukum internasional," ujar Fernando Henrique Cardoso, mantan Presiden Brasil yang menjadi pimpinan Club Madrid, badan yang mengorganisir konferensi tersebut.Pertemuan internasional itu dibuka di Madrid pada hari Selasa (8/3/2005) waktu setempat. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (9/3/2005).Figur-figur dunia akan hadir dalam forum tersebut, termasuk Sekjen PBB Kofi Annan, Raja Spanyol Juan Carlos, Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Durao Barroso, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Javier Solana, Sekjen NATO Jaap de Hoop Scheffer dan kepala badan nuklir PBB atau IAEA, Mohamed ElBaradei.Presiden dari beberapa negara seperti Afghanistan, Pakistan dan negara-negara Eropa juga akan hadir. Begitu pula dengan pakar-pakar terorisme dan pejabat senior pemerintah lainnya.Dalam pertemuan itu, pemerintahan George W Bush diwakili oleh Jaksa Agung AS yang baru, Alberto Gonzales. Figur kunci dalam "perang melawan teror" yang dilancarkan sejak peristiwa serangan teroris 11 September 2001 silam di New York dan Washington.Konferensi ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kekerasan ekstrimis dan mencari cara untuk mencegahnya. Agenda puncak dari pertemuan diperkirakan akan berlangsung pada Kamis (10/3/2005) besok, saat Kofi Annan akan menyampaikan pernyataan kebijakan mengenai terorisme. (ita/)


Berita Terkait