Tekad dan Akhir Manis William saat Cita-citanya Dipandang Sebelah Mata Keluarga

Tionghoa Jadi Tentara

Tekad dan Akhir Manis William saat Cita-citanya Dipandang Sebelah Mata Keluarga

Sukma Indah Permana - detikNews
Kamis, 04 Feb 2016 12:57 WIB
Tekad dan Akhir Manis William saat Cita-citanya Dipandang Sebelah Mata Keluarga
Foto: Sukma Indah P/detikcom
Magelang - Anggota keluarga memandang sebelah mata cita-cita Yi Siong Cen atau akrab disapa William Irawan (20) akan mengabdi ke negara dengan menjadi tentara. Tapi William memupuskan sikap itu. Kini dia telah menjadi Kopral Taruna di Akademi TNI di Magelang, Jawa Tengah.

"Ada keluarga yang bilang, 'ah nggak mungkin bisa'. Di keluarga saya memang tidak ada yang jadi pegawai untuk pemerintahan, saya yang pertama," ujar William saat ditemui detikcom di Kompleks Akademi TNI, Jalan Gatot Subroto, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (3/2/2016).

Keragu-raguan keluarga justru menjadi cambuk bagi William untuk berjuang lebih keras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini hidup saya, saya yang memutuskan," tegas William.

Putera pertama dari Parmat dan Rita asal Medan, Sumatera Utara ini semakin menunjukkan usaha keras. Ambisi William menjadi anggota TNI tak terbendung.

"Orangtua melihat keseriusan saya ya mendukung, karena saya benar-benar serius ingin jadi TNI," tuturnya.

Kopral Taruna William dan Komandan Resimen Chandradimuka Akademi TNI Kolonel Infanteri Djoko Andoko

Sejak masih duduk di SD Andreas Medan, William sudah rajin berlatih fisik. Mulai dari sit up, pull up, hingga push up. Itu dilakoninya 4 kali seminggu. Setelah duduk di SMP Methodist dan SMA Methodist, William mulai mengejar bidang akademiknya.

"Mata pelajaran yang diteskan saya kejar," kata William dengan nada tegas.

Hingga akhirnya dia diterima masuk Akademi TNI pada tahun 2015. Seluruh keluarga hingga guru-gurunya selama sekolah bangga pada William. Keluarga terus bepesan pada William untuk menjaga kesehatan agar bisa terus bertugas.

"Saya tahu mereka bangga pada saya lewat tatapan mata mereka. Saya berjuang untuk berbakti pada negara dan orang tua saya," tuturnya.


Komandan Resimen Chandradimuka Akademi TNI Kolonel Infanteri Djoko Andoko yang mendampingi William saat berbincang dengan detikcom mengatakan, TNI tidak membeda-bedakan asal-usul seseorang. Semua diperlakukan sama.

"Yang penting mereka layak menjadi Taruna," kata Djoko.

Jalan William masih panjang. Jika lancar, baru pada tahun 2019, ia lulus Akademi Militer (Akmil) dengan pangkat Letnan Dua. Dia memang bukan yang pertama anggota atau perwira TNI dari etnis Tionghoa, tapi pilihan sikapnya 'istimewa' sebab keluarganya lebih banyak membuka usaha daripada menjadi tentara. (sip/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini