Ketua DPP Golkar hasil Munas Riau, Ahmadi Noor Supit menuturkan bahwa cikal bakal konflik Golkar datang dari keputusan yang tidak demokratis. Keputusan dinilai hanya diambil segelintir orang.
"Dulu kan Golkar jadi pecah dianggap karena pengambilan keputusan tidak melibatkan anggota. Kalau itu diulangi, kan sama juga bohong," kata Supit saat dihubungi, Kamis (4/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan jadi masalah kalau memaksakan nama yang dianggap troublemaker-nya," ujar Supit yang hanya tertawa saat ditanya siapa 'troublemaker' yang dia maksud.
Tokoh yang juga menjabat sebagai waketum di kepengurusan Golkar hasil Munas Bali ini mengakui bahwa perpecahan berangkat dari Munas Bali. Oleh sebab itu, kepanitiaannya tidak boleh diulang.
"Mestinya begitu karena Bali mengakubatkan pecahnya ini. Sebaiknya kepanitiaan itu tidak diulang," ungkap Ketua Komisi XI DPR ini.
Soal duet dengan Nurdin Halid sebagai SC dan OC munas ini memang sudah diungkap oleh Yorrys. Namun Yorrys menyebut duet itu baru wacana yang dibicarakan di sela nonton tenis di Australia.
"Ketua penyelenggara Pak Theo (Theo L Sambuaga), ketua steering committee Nurdin Halid, ketua OC saya. Tapi itu baru wacana, baru nanti dilempar tanggal 4 pertemuan itu," kata Yorrys saat dihubungi Selasa (2/2) kemarin. (imk/tor)










































