Perayaan Imlek 2567 tahun ini jatuh pada tanggal 8 Februari 2016. Mewakili Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imim), Sekjen Abdul Kadir mengatakan PKB akan terus memperjuangkan kaum minoritas, khususnya Tionghoa.
"Refleksi Imlek PKB berdasarkan kalender Imlek kita akan memasuki Tahun Monyet Api. PKB dalam momentum Imlek ini menjunjung semboyan Bhineka Tunggal Ika. PKB akan berjuang dalam garis politik kebangsaan, PKB siap dan terbuka dalam memperjuangkan Indonesia yang mandiri dan dapat berdiri tegak di kancah dunia," kata Sekjen Abdul Kadir di Kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat, Rabu (3/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdul Kadir juga menegaskan di Tahun Shio Monyet ini PKB meminta agar masyarakat Indonesia terus bekerja keras.
"Masyarakat harus terus bekerja keras di tahun ini. Kita bersyukur bahwa pada hari Senin mendatang kita akan memasuki Imlek dan menurut yang saya baca dan pahami yang ada adalah Shio Monyet Api. Harapannya ini dinamis, berkarakter, lincah, dan kemandiriannya kuat," jelas anggota Komisi III DPR RI ini.
Selain itu dalam acara refleksi ini hadir pula Menristekdikti M Nasir yang juga merupakan kader PKB. Nasir dalam sambutannya menyampaikan kerja keras akan terwujud di tahun Shio Monyet apabila warga bergotong royong dengan baik.
"Kita tuh harus kerja keras untuk mencapai persaingan tersebut. Dan kerja keras itu bisa mencapai tujuan dan apabila kita mempunyai rasa kebersamaan. Apakah itu dari etnis Jawa, Tionghoa, Madura, dari Indonesia untuk dunia. Saya yakin kalau dari etnis Tionghoa, Jawa, Madura, Bali kita akan menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa," tutur Nasir.
Beberapa perwakilan dari etnis Tionghoa juga tampak hadir dalam acara ini, antara lain pengusaha Murdaya Poo, dan Wasekjen PKB Daniel Johan. Acara ditutup dengan pembagian kue keranjang dan angpao.
"Semoga Imlek 2567 bisa membawa berkah untuk rakyat, bangsa, dan kita semua. Gong xi fat choi," tandas Nasir. (yds/tor)











































