Canda Hakim Konstitusi di Tengah Sidang Pilkada Serentak yang Serius

Canda Hakim Konstitusi di Tengah Sidang Pilkada Serentak yang Serius

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Rabu, 03 Feb 2016 13:10 WIB
Canda Hakim Konstitusi di Tengah Sidang Pilkada Serentak yang Serius
Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang sengketa Pilkada Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara dengan nomor perkara 120/PHP/Bup/XIV/2016. Duduk sebagai pemohon pasangan calon nomor urut 1 LM Rusman Emba-Abdul Malik Ditu.

Agenda sidang kali ini adalah mendengar keterangan lanjutan dari saksi pihak termohon (KPUD Muna) yang digelar di Ruang Sidang Panel 3 Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Rabu (3/2/2016). Sidang dipimpin oleh Patrialis Akbar dan didampingi oleh hakim konstitusi Wahiduddin Adams serta Suhartoyo.

Seperti biasa, sebelum sidang dimulai ketua sidang mempersilakan seluruh pihak untuk memperkenalkan diri dan timnya. Hal ini untuk memudahkan para hakim dan pihak terkait bertanya guna mengklarifikasi pernyataan-pernyataan baik dari maupun kepada pihak pemohon, termohon dan terkait.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak jarang suasana persidangan menjadi keruh dan diwarnai ricuh manakala setiap pihak saling bersahutan karena merasa pernyataannya benar. Alhasil, bak seorang wasit, para hakim pun harus siap menengahi perseteruan argumen yang muncul.

Namun bukan berarti suasana persidangan selalu diwarnai hal-hal yang serius. Hakim juga kerap melontarkan canda guna memecah ketegangan. Salah satu hakim yang cukup sering melontarkan canda adalah Patrialis.

Di tengah-tengah persidangan yang cukup tegang akibat cecaran pertanyaan kuasa hukum pemohon kepada salah saksi yang berstatus Kepala KPPS di TPS 2 Desa Oempu, Patrialis sempat mengalihkan suasana dengan meminta maaf kepada pihak Panwaslu Muna. Alasannya, ia lupa memperkenalkan mereka sehingga terlewat.

"Sebelumnya saya minta maaf kepada Panwaslu yang hadir. Terlewat tadi memberikan kesempatan untuk memperkenalkannya," ujar Patrialis.

"Alhamdulillah masih diingat, kirain benar-benar dilupakan," jawab perwakilan Panwaslu.

"Haha mantap," tanggap Patrialis.

Panwaslu yang hadir dalam persidangan berjumlah tiga orang. Usai mereka memperkenalkan diri, Patrialis pun tersenyum sembari meminta maaf lagi.

"Maaf ya soalnya potongan bapak potongan bupati. Jadi lupa," kata Patrialis.

Sontak satu ruangan sidang itu tertawa kecil. Mendengar itu, Patrialis mnghentikan sidang sementara hingga pukul 14.00 WIB.

"Karena suasana sudah mulai enak dan kami ada kegiatan lain dulu jadi sidang diskors sampai jam 14.00 WIB," sebutnya sambil mengetok palu. (aws/asp)


Berita Terkait