Bertemu Menteri LH Norwegia, Menteri Siti Bahas Perkembangan COP21 Paris

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Rabu, 03 Feb 2016 11:27 WIB
Foto: Yudhistira Amran Saleh/detikcom
Jakarta - Tahun 2020 merupakan saat evaluasi Paris Agreement yang dilakukan setiap 5 tahun sekali. Perjanjian ini telah ditandatangani oleh 195 negara-negara dunia yang berkomitmen menjaga perubahan iklim.

Indonesia salah satu negara yang menandatangani perjanjian tersebut. Hari ini ketika Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Siti Nurbaya Bakar menerima Menteri Lingkungan Hidup dan Iklim Kerajaan Norwegia Vigar Halgesen di kantornya, perjanjian tersebut kembali dibahas.

"Kami berdiskusi tentang banyak hal khususnya step penting pasca Paris kemarin. Dia juga ingin mendengarkan tentang one map policy, masyarakat hukum adat, dan kebakaran hutan. Terus juga berkembang kepada hal-hal yang lain seperti masalah khusus deforestasi. Apa kesulitannya dan apa yang berat bagi Indonesia," kata MenLHK Siti Nurbaya Bakar usai bertemu Menteri Lingkungan Hidup dan Iklim Kerajaan Norwegia Vigar Halgesen di Manggala Wanabakti, Kantor Kementerian LHK, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (3/2/2016).

"Deforestasi di Indonesia yang berat itu adalah tentang konsep kebijakkan lahan yang dilihatnya harus hati-hati. Kalau presiden kita sih orangnya sangat lingkungan. Tapi kita harus realistik karena ada development yang harus dilakukan. Pada dasarnya lingkungan itu bisa diintegrasikan pada investasi," lanjutnya.

Sementara itu, Vigar Halgasen menjelaskan bahwa kedatangannya ke Jakarta adalah untuk mendukung kegiatan Kementerian LHK dalam menjaga lingkungan dan hutan. Selain itu menurutnya Norwegia sangat mendukung kebijakkan Indonesia dalam penanganan bencana kebakaran hutan.

"Kita akan mendukung dan mensupport Indonesia. Kita sudah melakukan moratorium hutan juga dengan presiden anda. Dan pemerintah kita sangat senang atas dialog yang baik antara pemerintah pusat, daerah untuk masalah civil society," jelas Vigar Halgasen.

"Untuk 4 tahun ke depan kita akan mengembangkan berbagai kebijakan natural untuk prioritas perlindungan hutan dan lingkungan hidup bukan saja untuk Indonesia, Norwegia, namun seluruh dunia," tutup Vigar Halgasen.

COP21 sendiri adalah sebutan singkat dari kerangka kerja PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC). COP21 adalah forum di mana wakil resmi dari 195 negara dan 1 blok ekonomi (Uni Eropa) bertemu mendiskusikan rencana kemanusiaan untuk memerangi perubahan iklim.

(yds/rvk)