"Kasusnya sudah ditangani penegak hukum. Bahkan MKD uga ikut menangani. Biar dua-duanya yang menangani, bisa jalankan tugasnya dengan baik," kata Wakil Ketua DPR Agus Hermanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/2/2016).
"Harus dukungan ke kepolisian dan MKD untuk mengungkap mana yang benar," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya staf ahli karena yang rekrut anggota dewan, jadi punya kedekatan emosional tersendiri. Biasanya dari partainya sendiri, kan bergaul setiap hari, kalau lain partai ditakutkan ada yang kurang baik," ujar politikus Partai Demokrat ini.
Dita memang sudah melaporkan Masinton ke Bareskrim Polri atas kasus penganiayaan. Laporan tersebut tertuang dalam tanda bukti lapor nomor TBL/73/1/2016/Bareskrim dengan laporan polisi nomor: LP/106/1/2016/Bareskrim tertanggal 30 Januari 2016. LBH APIK yang mewakili Dita kemudian juga melaporkan Masinton ke MKD pada Selasa (2/2).
Saat ini, ada dua versi dugaan penganiayaan tersebut. Dita mengaku dipukul dua kali di dalam mobil oleh Masinton. Sementara itu, Masinton membantah.
Masinton menyebut Dita tak sengaja terkena tangan sopir mobilnya yang sedang menyetir mobil. Masinton menyebut Dita mengganggu sopir karena sedang mabuk, lalu tangannya ditepis dan tak sengaja wajahnya terpukul. (imk/tor)










































