"Ini bentuk tanggung jawab yang perlu dia lakukan sebagai kesatria," ujar sang ayah, Erros Djarot dalam percakapan singkatnya, Rabu (3/2/2016).
Ditambahkan pula bahwa Peristiwa unggah surat di Path yang menghebohkan ini, menjadi pelajaran sangat berharga bagi Banyu dalam meniti perjalanan hidup ke depan.
Menurut dia, Banyu memang bersikap untuk tidak mau memperkeruh suasana dan terlarut dalam pelebaran polemik yang sudah terlalu bernuansa politis, namun melakukan perenungan dan memutuskan mundur sebagai konsekuensi.
"Toh, berbakti kepada bangsa dan negara bisa dilakukan di mana saja. Dia akan terus berbakti kepada merah putih. Itu sumpah juang dia kepada saya," ungkap Erros mentup percakapan singkatnya. (bag/bag)











































