"Kita minta masyarakat supaya tidak ada tindakan anarkis, bahkan harus dikasih pembinaan dan kita akan lakukan pembinaan, di MUI sendiri ada komisi kajian sebelum Komisi Fatwa. Baru kemudian pembinaan oleh komisi dakwah. Ada tahapannya," ujar Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin di kantornya Jalan Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (2/2/2016).
Dia mengimbau masyarakat agar tidak berbuat anarkis kepada pengikut Gafatar dan tidak mengusir pengikut ormas itu dari kampung halamannya.
"Kita imbau jangan sampai mereka terusir dari daerah, yang penting mereka mau dibina dan dikembalikan ke kampung halamannya," jelasnya.
Menurutnya tidak seluruh pengikut Gafatar yang bergabung paham akan ajarannya. Sebab ada juga yang bergabung karena motif ekonomi.
"Mereka akan dibina pemahaman dan keyakinannya, serta tentang ajaran-ajarannya. Mereka akan dikembalikan sebagaimana keharusannya warga negara Indonesia dan agamannya," sambungnya.
Ma'ruf mengatakan dalam pembinaan pengikut Gafatar. MUI juga bekerja sama dengan ormas islam lainnya.
"Di daerah kita punya MUI provinsi, kabupaten, dan kota mereka punya dai. Kita juga kordinasi kejaksaan kepolisian dan ormas-ormas lainnya," pungkasnya. (edo/dra)











































