"Soal partisipasi polisi dan TNI. Bapak (Jokowi) cerita bagaimana bisa melawan teror dengan #KamiTidakTakut dan Presiden bisa langsung ke TKP, menunjukkan Indonesia bisa melawan teror. Tadi Bapak sampaikan itu, soal rasa bangga beliau dengan masyarakat Indonesia yang tidak takut teror," ucap peneliti terorisme dan intelijen UI Ridlwan Habib, yang turut diundang Presiden ke Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta,Β Selasa (2/1/2016).
Pertemuan itu berlangsung sekitar satu jam sambil makan siang. Selain Ridlwan, ada komposer Addie MS, pegiat sosmed Ulin Yusron, Rudi Valinka (akun @kurawa) dan lainnya. Menurut Ridlwan, Jokowi cerita soal alasan dia akhirnya datang ke lokasi ledakan, meski mungkin masih rawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, polisi dibantu tentara yang saat itu sudah mengamankan lokasi ledakan di Thamrin, bagi Jokowi bisa menimbulkan persepsi lain. Yaitu soal suasana mencekam yang mungkin itulah yang diharapkan teroris agar Jakarta mencekam.
"Kalau begini mesti dinormalisir, tentara, polisi semua kembali ke barak. Bangunan rusak segera dibangun, Starbucks buka. Di Paris, beliau cerita di mana-mana orang berjaga-jaga pasca serangan, suasana mencekam," kata Ridlwan lagi.
"Tapi ini (lokasi serangan di Thamrin) besoknya jadi tempat tourism," timpal Addie MS tertawa.
"Jadi ada pemimpin yang pintar memberikan formulasi dan perintah, tapi beliau menurut saya punya konsep dan turun langsung memberikan keteladanan," tegasnya. (miq/hri)











































