MUI: Gafatar Meramu 3 Agama, Akui Ada Nabi Setelah Muhammad

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 02 Feb 2016 14:53 WIB
Foto: istimewa.
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan pernyataan terkait Gafatar. Organisasi ini dinilai mencampuradukkan agama. Kemudian juga meyakini ada nabi setelah Muhammad. Nabi atau messiah itu diyakini sebagai sosok Ahmad Musadeq.

"Ada dua poin yang masuk kriteria sesat, yang paling menonjol adalah pengakuan Musadeq sebagai mesiah, Al Mesiah Al Maun, itu yang paling menonjol artinya ada nabi setelah nabi Muhammad," jelas Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI, Utang Ranuwijaya, dalam jumpa pers di kantor MUI, Jakarta, Selasa (2/2/2016).

"Mereka meramu tiga agama, ada bukunya," tambah Utang lagi.

Menurut Utang, MUI juga melihat ada kaitan antara Al Qiyadah Al Islamiyah dengan Gafatar. Milah Abraham yang disampaikan Ketum Gafatar Mahful Manurung juga sudah dinyatakan sesat.

"Kita di tim pengkajian sedang mencari celah untuk bertemu Mahful, untuk meminta klarifikasi atau tabayun. Tapi ternyata dengan ada konfrensi pers itu mendapatkan data bahwa dia penganut Milah Abraham. Al Qiyadah itu sudah dinyatakan terlarang MUI dan dibubarkan pemerintah," tutup dia. (edo/dra)