"Galian ini tidak kita izinkan. Apalagi sampai merusak lingkungan masyarakat seperti ini," tegas Dedi di lokasi galian, Selasa (2/2/2016).
Ada 3 titik galian seluas 5 hektare di kawasan itu. Lokasinya cukup jauh dari permukiman warga. Akses ke titik tersebut, yang awalnya dibeton, kini rusak di beberapa bagian setelah dilintasi truk pengangkut tanah. Jalan licin karena ceceran tanah C.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
Akibat kerusakan itu, Dedi datang ke lokasi dengan melepas alas kaki. Jalanan mendekati lokasi galian tidak bisa lagi dilewati oleh kendaraan kecil.
Usai mengecek, Dedi menginstruksikan jajarannya untuk memalangkan mobil pemadam kebakaran yang tak layak pakai sebagai penghalang agar aktivitas galian berhenti.
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
"Percuma kalau disegel, karena tetap saja aktivitas tambang masih ada dengan curi-curi waktu. Kalau pakai mobil Damkar kan mereka tidak bisa lagi lewat untuk menambang," tutup Dedi.
Dedi mendapat laporan kerusakan melalui SMS center. Kemudian dia mengecek secara langsung. Senin (1/1) kemarin, Dedi juga turun ke lapangan setelah mendapatkan laporan warga yang kesulitan mendapatkan pekerjaan dan menanyakan kualitas raskin. Dia ke rumah warga tersebut dan memberikan beras. (trw/trw)












































Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Foto: Tri Ispranoto/detikcom