Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombea Musyafak mengatakan, pemeriksaan dilakukan setelah Jessica ditangkap tim Subdit Jatanras di Hotel Neo, Mangga Dua Square, Jakarta Utara, pada Sabtu (30/1) pagi.
"Jadi Sabtu pagi dr Riris yang periksa kesehatannya, trmasuk kita lihat fisiknya apakah ada jaringan yang iritasi zat sianida itu," ungkap Musyafak kepada detikcom saat ditemui di ruangannya, Jakarta, Selasa (2/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luka tersebut berupa luka bekas jahitan yang terletak di bagian atas lutut kiri Jessica. Tetapi, luka tersebut merupakan luka lama.
"Di situ ada jaringan psikiatrik, tetapi informasinya sudah lama sejak tahun 2013 itu akibat jatuh dari tangga dan pengobatan di Australia dan memang sudah sembuh dan dijahit," lanjutnya.
Lainnya, ditemukan tanda-tanda bentok-bentol. "Tapi itu karena digigit nyamuk. Tidak didapatkan iritasi akibat zat sianida itu," tambahnya.
Musyafak mengatakan, pemeriksaan fisik Jessica dilakukan karena ada permintaan dari penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Ini dilakukan untuk mengetahui, apakah di tubuh Jessica ada bekas luka akibat sianida, mengingat Jessica membuang bekas celana yang dipakai pada saat kejadian.
"Karena ada informasi dari penyidik bahwa ada celananya yang bolong atau sobek itu dibuang, barangkali itu belas sianida jadi penyidik meminta untuk memeriksanya," paparnya.
Sementara kondisi kesehatan Jessica sendiri secara umum, baik. Tidak ada keluhan kesehatan dari Jessica sejak ditahan di Polda Metro Jaya.
"Secara umum tekanan darah normal, suhu normal. Hanya keluhan nafsu makan saja yang turun," tutupnya. (dra/dra)











































