"Hari ini kami memang jadwal rapim. Jadi bukan semata-mata karena adanya dugaan pemukulan oleh Pak Masinton yang dilaporkan Dita. Tetapi karena hari ini rapim, maka isu tentang itu kami masukkan dalam catatan rapim," kata Wakil Ketua MKD Junimart Girsang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/2/2016).
LBH APIK rencananya akan melaporkan Masinton ke MKD hari ini. Junimart menuturkan bahwa jika nantinya ada laporan dan ditindaklanjuti, Masinton tentu juga dapat kesempatan untuk mengklarifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Junimart pun mengingatkan agar kasus ini tidak dibawa ke ranah politik. Penyelesaian di MKD maupun kepolisian harus profesional.
"Ini personal di antara mereka antara anggota DPR dan stafnya. Silakan mereka selesaikan sendiri, enggak perlu dibawa ke ranah politik. Kami bisa lihat dan mudah-mudahan kami di MKD bisa bekerja secara maksimal dan di kepolisian juga mereka bisa bekerja secara profesional sehingga menjadi jelas dan terang," ungkap Junimart.
Sebelumnya diberitakan, Direktur LBH APIK Ratna Bantara Munti mengatakan, pihaknya berencana melaporkan Masinton ke MKD. Seperti diketahui, kemarin Dita menyambangi LBH APIK.
"Kita akan lakukan langkah sesuai peluang yang ada. Kita juga akan menguji di MKD. Besok (hari ini) akan kita laporkan," kata Ratna di LBH APIK di Jl Tengah Raya, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (1/2/2016).
Rencana pelaporan ke MKD DPR ini, kata Ratna, juga atas persetujuan langsung dari Dita. Selain ke LBH APIK, Dita juga mengadu ke Komnas Perempuan.
Masinton sudah membantah pelakukan penganiayaan terhadap Dita. Politikus PDIP itu mengatakan Dita tak sengaja terkena tangan sopir mobilnya yang sedang menyetir mobil. Masinton menyebut Dita mengganggu sopir karena sedang mabuk, lalu tangannya ditepis dan tak sengaja wajahnya terpukul.
![]() |












































