Blak-blakan Dita Aditia dan Pembelaan PDIP untuk Masinton

Blak-blakan Dita Aditia dan Pembelaan PDIP untuk Masinton

Hardani Triyoga - detikNews
Selasa, 02 Feb 2016 06:56 WIB
Blak-blakan Dita Aditia dan Pembelaan PDIP untuk Masinton
Ilustrasi Foto: Mindra Purnomo
Jakarta - Anggota DPR dari Fraksi PDIP Masinton Pasaribu dilaporkan asisten pribadinya Dita Aditia Ismawati ke Bareskrim Polri atas dugaan penganiayaan. Dita juga akan melaporkan atasannya itu ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

Setelah melapor ke Bareskrim, Dita mulai mencari perlindungan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK serta Komnas Perlindungan Perempuan. Dita menyebut Masinton melakukan penganiayaan dengan memukul 2 kali sehingga mata kanannya lebam. Gara-gara pukulan ini Dita mendapat perawatan di rumah sakit.

Rencananya, atas persetujuan Dita, laporan terhadap Masinton akan dilakukan hari ini. Anggota Komisi III itu dinilai melanggar kode etik. Sebagai pejabat negara, sikap Masinton disebut tidak patut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita akan lakukan langkah sesuai peluang yang ada. Kita juga akan menguji di MKD. Besok akan kita laporkan," kata Direktur LBH APIK Ratna Bantara Munti di Jl Tengah Raya, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (1/2/2016).

Kejadian ini ikut membuat Fraksi PDIP di DPR bersuara. 'Pembelaan' terhadap Masinton disuarakan sejumlah koleganya. Salah satunya Wakil Ketua Fraksi yang juga Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno.

Menurutnya, Fraksi PDIP sudah menerima klarifikasi dari Masinton. Diharapkannya, agar Dita mencabut laporannya ke Bareskrim dan bisa diselesaikan secara baik-baik.

"Saya sarankan ke Dita. Selesaikan baik baik. Staf dengan anggota harus sinergis, saling memperkuat. Ya kalau saya bisa sarankan demikian (cabut laporan)," ujar Hendrawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/2/2016).

Bukan cuma fraksi, Masinton juga ditunggu klarifikasinya oleh Komisi III DPR. Namun klarifikasi belum bisa dilakukan karena Masinton menurut Ketua Komisi III Bambang Soesatyo, masih berada di Bali untuk kunjungan kerja.

Masinton sebelumnya sudah membantah melakukan pemukulan terhadap Dita. Menurutnya, mata Dita terkena gerakan tangan staf ahlinya Abraham Leo secara tak sengaja saat menyetir mobil. Saat itu, Dita masih dalam kondisi mabuk. Berteriak histeris, membesarkan volume radio, hingga terjadi insiden tiba-tiba menarik setir mobil saat mobil melaju.

"Tiba-tiba setirnya ditarik, kaget dong sopir aku yang bawa mobil. Tangannya ditepak karena mobil tiba-tiba ngerem. Dia (Abraham) reflek kena wajahnya (Dita)," ucap Masinton.


Adapun pihak MKD siap mengawal kasus dugaan pelanggaran ini. Ketua MKD Surahman Hidayat siap bekerjasama dengan kepolisian.
Dia menekankan meski tanpa aduan, MKD bisa ikut mengusut kasus ini karena sudah menjadi perhatian publik.

"Kalau menjadi perhatian masyarakat, publik dan indikasi pelanggarannya cukup kuat. Apakah nanti kita ambil inisiatif proaktif begitu," ujar politikus PKS ini.

Sementara ituย  Kabag Penum Mabes Polri Kombes (Pol) Suharsono mengatakan laporan Dita di Bareskrim masih diteliti. Bila tahap penelitian rampung, pihaknya akan terlebih dulu akan memanggil pelapor.

"Apakah nanti akan memanggil saksi pelapor dan saksi terlapor itu nanti ditentukan penyidik, tapi yang jelas saat ini laporan masih dalam tahap penelitian," ujar Suharsono terpisah.

(hty/fdn)


Berita Terkait