"Kita ingin menyelesaikan secara holistik. Artinya mulai pendekatan agama kemudian pendekatan psikologi, pendekatan pendidikan. Pendekatan profesional training supaya kalau keluar dia bisa bekerja lagi. Kemudian di penjara, kita kelompokan," ujar Luhut di kantornya Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (1/2/2016).
Pengelompokan ini diharapkan dapat memutus mata rantai hubungan antara para anggota jaringan teroris yang dipenjara. "Sehingga dengan begitu tidak terjadi Abu Bakar Ba'asyir bersama-sama dengan bawahannya, sekarang dipisah," tegasnya.
Selain itu, pemerintah nantinya akan melakukan publikasi melawan propaganda teroris di dunia maya. "Counternya nanti kita lihat di media TV dan cetak, penjelasan-penjelasan kita apa sih ISIS itu, bukan Islam. Islam tidak membenarkan bunuh diri," kata Luhut. (edo/fdn)











































