Sudah Sepekan Mata Lebam Dita Tak Sembuh, FPDIP: Tak Ada Penganiayaan

Sudah Sepekan Mata Lebam Dita Tak Sembuh, FPDIP: Tak Ada Penganiayaan

Indah Mutiara Kami - detikNews
Senin, 01 Feb 2016 15:16 WIB
Sudah Sepekan Mata Lebam Dita Tak Sembuh, FPDIP: Tak Ada Penganiayaan
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Sudah sepekan lebih Dita Aditia Ismawati tak bisa membuka mata sebelah kanannya dengan sempurna. Ada lebam di pelipis mata dan kelopak matanya pun memerah.

Dita mengaku luka lebam di pelipis dan kelopak matanya akibat dipukul oleh politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu. Dita adalah asisten pribadi Masinton di DPR. Baca juga: Begini Kondisi Terkini Dita yang Ngaku Dianiaya Politikus PDIP Masinton

Masinton membantah semua tuduhan Dita. Kepada Fraksi PDI Perjuangan, Masinton mengaku luka di mata Dita bukan akibat penganiayaan. Pimpinan Fraksi PDIP di DPR pun percaya pada pengakuan Masinton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Ketua Fraksi PDIP di DPR Arif Wibowo mengatakan bahwa tidak ada penganiayaan oleh Masinton terhadap Dita.

"Tidak ada penganiayaan apapun, itu yang disampaikan kepada kami. Kami pun juga memberikan nasihat kepada Masinton untuk berhati-hati dengan segala hal yang terkait dengan dirinya dan cara bekerjanya di DPR," kata Arif Wibowo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (1/2/2016).

Arif meminta kasus ini tidak dipolitisasi. Meski begitu, memang tidak menutup kemungkinan pengaduan ini ada kaitannya dengan kinerja Masinton di Komisi III DPR.

"Saya berharap kasus ini tidak dipolitisasi, tidak dikembangkan ke yang lain-lain. Meskipun bisa saja dihubungkan ke kinerja Pak Masinton dalm rapat rapat dan konteks politik di lapangan," ungkap Arif.

Dita sebelumnya disebut sebagai anggota NasDem dan juga didampingi oleh anggota Badan Advokasi dan Bantuan Hukum Partai NasDem Wibi Andrino. Namun, Arif meminta ini tidak dijadikan konflik PDIP-Nasdem.

"Saya kira kita masih belum berpikir sampai sejauh itu (hubungan dengan NasDem). Kita batasi dan kita yakin bahwa ini tdak ada urusanya dengan kepentingan politik, sekaligus permintaan kami dari fraksi PDIP untuk tidak menjadikan kasus ini sebagai komoditas politik tertentu, ujar anggota Komisi II ini.


Sebelumnya, pihak Dita menyebut penganiayaan oleh Masinton terjadi di dalam mobil saat perjalanan dari Cikini, Jakarta Pusat, menuju Cawang, Jakarta Timur, pada Kamis (21/1) lalu. Akibat penganiayaan itu, Dita terlihat mengalami luka pada mata sebelah kiri. Ada warna merah dan hitam pada matanya yang luka.

Masinton membantah telah melakukan penganiayaan kepada Dita. Dugaan penganiayaan lalu terjadi saat tiba-tiba, menurut Masinton, Dita menarik setir mobil yang sedang melaju. Buk! Dita terkena pukul pada bagian mata kanan. Namun menurut Masinton, bukan dia yang memukul Dita, tapi sopirnya.

(imk/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads