Mariyanah, warga Jembatan Besi, Jakarta ini contohnya. Saat gerhana terjadi tahun 1983, Mariyanah baru berumur 6 tahun. Meski usianya masih kecil, namun masih membekas dalam ingatannya bagaimana fenomena alam itu menjadi sesuatu yang begitu menakutkan untuk dia dan keluarga.
"Masih jelas dalam ingatan saya saat peristiwa itu terjadi, nenek kami menyembunyikan saya dan saudara lain di bawah kolong ranjang kasur, " kata Mariyanah kepada detikcom, Senin (1/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Baca Juga: Antara Penjelasan Ilmiah dan Mitos Raksasa Makan Matahari)
Namun, Mariyanah kecil mencoba menyelinap dan berusaha keluar rumah. Saat gerhana dalam kondisi total dia melihat melalui baskom air yang diletakan di depan rumah.
"Saat itu gelap banget. Di dalam baskom yang terisi air ada bayangan bulat warna hitam, ada cahaya warna oranye di sekitar lingkaran itu," katanya.
Senada dengan Mariyanah, Anang juga merasakan hal yang sama. Saat itu usianya baru menginjak 6 tahun. Ibunda Anang menyuruh 3 orang anaknya untuk bersembunyi di kamar. Semua ventilasi dan jendela ditutup agar sinar matahari tidak bisa masuk.
Namun saat gerhana belum sepenuhnya terjadi, sinar matahari terlihat masuk di dalam kamar karena rumah Anang tanpa plafon dan sebagian menggunakan genteng kaca. Sinar matahari menembus genteng kaca dan masuk ke dalam kamar.
"Mungkin saking takut terjadi pada anak-anaknya, ibu saya menyobek selendang dan saat cahaya mulai gelap buru-buru ibu menutup mata kami bertiga dengan sobekan selendang tersebut dan di paksa agar kami tidur," ucap Anang.
"Saking takutnya saya sempat menangis, namun buru-buru ibu memeluk erat tubuh kami dan kamipun tertidur dengan mata tertutup selendang meski kami sudah di dalam kamar," tambah Anang.
Gerhana matahari total akan kembali terjadi di Indonesia 9 Maret 2016 mendatang. Istimewanya gerhana ini hanya terjadi di Indonesia dan masyarakat bisa melihat gerhana tanpa ada larangan dari pemerintah seperti tahun 1983 lalu. Mereka tidak perlu lagi bersembunyi di dalam kamar atau takut mata buta karena terkena sinar matahari. Gerhana matahari total tidak berbahaya asal melihatnya dengan cara yang benar.
(Baca Juga: Begini Cara Aman Melihat Gerhana Matahari Total)
Anda punya pengalaman saat momen gerhana matahari total tahun 1983 di daerah masing-masing. Silakan berbagi cerita ke redaksi@detik.com. Jangan lupa sertakan nomor kontak Anda.
Ulasan lengkap tentang gerhana matahari total bisa dibaca di sini.
(slm/mad)











































