"Saya ditonjok dua kali," ucap Dita dalam jumpa pers di LBH Apik, Jl Tengah Raya, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/2/2016).
Dita lalu menjelaskan kisah pilu itu terjadi pada Kamis (21/1) lalu sekitar pukul 23.00 WIB. Cerita bermula saat Dita dijemput Masinton di Camden Cafe, Cikini, Jakpus. Mobil dikendari sopir, sementara Masinton duduk di belakang dan Dita di depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Entah apa sebabnya Masinton kesal dengan Dita yang bermain di Camden Cafe. Dita saat dijemput itu diminta pulang ke apartemen miliknya diantar Masinton.
"Ada ngomong apa kau dengan teman (di kafe)? Nggak ada. Saya nggak ngomong apa-apa, cuma kumpul 5 cowok 3 cewek. Anjing kau. Setan kau. Nggak tau malu, jam segini masih di luar," kata Dita menirukan ucapan Masinton.
Saat mobil akan tiba di apartemen Dita, dibawa berputar-putar tak juga masuk ke dalam apartemen. Dita yang mulai menangis meminta agar segera diturunkan.
"Saya bilang, gue mau pulang. Gue capek. Kok ini nggak turun. Gue cuma mau pulang karena saya dibawa putar-putar," ujar Dita yang mata kanannya masih lebam itu.
"Diam anjing. Dan (tonjokan) itu terjadi tangan kirinya dua kali, saya histeris. Kenapa gue ditonjok?" tanya Dita.
Dita akhirnya diturunkan dan naik taksi menuju Polsek Jatinegara untuk melaporkan penganiayaan itu. Dari situ lalu ke RSUD Budi Asih diantar polisi untuk visum.
Dita selanjutnya diminta polisi untuk istirahat dan membuat laporan di hari berikutnya. "Laporan polisi Sabtu pukul 09.00 WIB," ucapnya.
![]() |












































