Bedah 11 Rumah Warga Miskin, ini Cara Fadhil Tepis Ambil Untung dari Donatur

Bedah 11 Rumah Warga Miskin, ini Cara Fadhil Tepis Ambil Untung dari Donatur

Agus Setyadi - detikNews
Senin, 01 Feb 2016 13:52 WIB
Bedah 11 Rumah Warga Miskin, ini Cara Fadhil Tepis Ambil Untung dari Donatur
Foto: Agus Setyadi/detikcom
Banda Aceh - Edi Fadhil (31), PNS di Pemprov Aceh, tak menampik kemungkinan ada yang curiga soal penggunaan dana sumbangan untuk bedah rumah yang diinisiasinya. Untuk itu, dia berupaya transparan. Salah satunya memposting rincian donasi via media sosial.

Foto di atas adalah salah satu postingan Fadhil terkait bedah rumah. 70 Persen penyumbang tidak dikenal Fadhil. Prinsip yang diterapkannya adalah saling percaya. Hal itu dilakukan agar seluruh netizen mengetahui untuk apa saja dana digunakan. Tak lupa, ia turut melampirkan rumah usai dibangun.

"Ada beberapa dermawan di luar Aceh yang sudah menyumbang di atas Rp 100 juta. Hingga kini, dana yang masuk ke rekening mencapai Rp 600 juta," kata Fadhil blak-blakan kepada detikcom, Senin (1/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Uang Rp 600 juta merupakan dana total sejak bedah rumah dilakukan Fadhil pada April 2015 lalu hingga saat ini. Dana itu terus diupdate dan diposting di akun Facebook-nya .

"Dalam waktu dekat akan diaudit oleh relawan dari Malaysia. Saya sangat senang kalau ada yang mau audit," ungkap Fadhil.

Selain rumah, Fadhil juga memberi beasiswa untuk 105 anak yang tersebar di beberapa kabupaten di Aceh dan luar Aceh. Beasiswa yang diberikan untuk mereka bervariasi. Siswa Sekolah Dasar mendapatkan beasiswa Rp 150 ribu per bulan, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Rp 175 ribu per bulan dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Rp 200 ribu perbulan.

Edi Fadhil (Foto: Agus Setyadi/detikcom)


Fadhil tidak menggunakan embel-embel organisasi maupun komunitas. Awalnya, dia bergerak sendiri. Kini dia dibantu 51 relawan. Sebanyak 40 relawan mengurus beasiswa, 11 lainnya memantau pembangunan rumah. Mereka bekerja secara suka rela. Tidak boleh menerima uang dari siapapun. Jika hal itu sanggup ditaati, baru kemudian dapat bergabung menjadi relawan.

"Masyarakat miskin ekstrem di Aceh butuh banyak dermawan untuk membantu. Ayo kita bantu mereka," katanya. (try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads