Foto di atas adalah salah satu postingan Fadhil terkait bedah rumah. 70 Persen penyumbang tidak dikenal Fadhil. Prinsip yang diterapkannya adalah saling percaya. Hal itu dilakukan agar seluruh netizen mengetahui untuk apa saja dana digunakan. Tak lupa, ia turut melampirkan rumah usai dibangun.
"Ada beberapa dermawan di luar Aceh yang sudah menyumbang di atas Rp 100 juta. Hingga kini, dana yang masuk ke rekening mencapai Rp 600 juta," kata Fadhil blak-blakan kepada detikcom, Senin (1/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam waktu dekat akan diaudit oleh relawan dari Malaysia. Saya sangat senang kalau ada yang mau audit," ungkap Fadhil.
Selain rumah, Fadhil juga memberi beasiswa untuk 105 anak yang tersebar di beberapa kabupaten di Aceh dan luar Aceh. Beasiswa yang diberikan untuk mereka bervariasi. Siswa Sekolah Dasar mendapatkan beasiswa Rp 150 ribu per bulan, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Rp 175 ribu per bulan dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Rp 200 ribu perbulan.
Edi Fadhil (Foto: Agus Setyadi/detikcom) |
Fadhil tidak menggunakan embel-embel organisasi maupun komunitas. Awalnya, dia bergerak sendiri. Kini dia dibantu 51 relawan. Sebanyak 40 relawan mengurus beasiswa, 11 lainnya memantau pembangunan rumah. Mereka bekerja secara suka rela. Tidak boleh menerima uang dari siapapun. Jika hal itu sanggup ditaati, baru kemudian dapat bergabung menjadi relawan.
"Masyarakat miskin ekstrem di Aceh butuh banyak dermawan untuk membantu. Ayo kita bantu mereka," katanya. (try/try)












































Edi Fadhil (Foto: Agus Setyadi/detikcom)