Inilah untuk pertama kalinya sejak tiga periode ada perempuan duduk di pimpinan Komisi I DPR. Sebelumnya pada periode 1992-1997 dan 1997-1999 ada Aisyah Amini, politikus Partai Persatuan Pembangunan yang duduk sebagai Ketua Komisi I DPR.
![]() Foto: Aditya Mardiastuti |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebut dan digadang menjadi penerus Aisyah Amini, Meutya Hafid sempat terdiam. Dia mengaku bangga dan terharu disebut sebagai penerus Aisyah Amini yang dikenal sebagai 'Singa Betina dari Senayan'.
"Bangga, terharu, tapi jujur sempat jadi terdiam berfikir. Bagaimana bisa meneruskan semangat Ibu Aisyah Amini. Lebih dari itu bagaimana meneruskan prestasi-prestasi dan keberanian beliau," kata Meutya.
Menurut dia kondisi parlemen saat ini di era keterbukaan berbeda sekali di zaman Aisyah Amini dan Orde Baru. "Tantangannya berbeda. Namun mudah-mudahan bisa sebaik Ibu Aisyah Amini," kata Meutya.
Aisyah Amini yang lahir di Padangpanjang Sumatra Barat tanggal 1 Desember 1931 adalah politisi Partai Persatuan Pembangunan. Di masa orde Baru dia cukup disegani.
Dia sangat lantang dalam memperjuangkan kebijakan yang menyangkut kepentingan rakyat dan kesetaraan gender. Tak heran jika di masa itu Aisyah Amini mendapat julukan 'Singa Betina dari Senayan'.
Akankah Meutya Hafid menjadi singa betina baru di Senayan?
(erd/tor)












































