Meutya Hafid, Aisyah Amini dan 'Singa Betina dari Senayan'

Meutya Hafid, Aisyah Amini dan 'Singa Betina dari Senayan'

Erwin, Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 01 Feb 2016 12:41 WIB
Meutya Hafid, Aisyah Amini dan Singa Betina dari Senayan
Foto: Istimewa
Jakarta - Politisi Partai Golongan Karya Meutya Viada Hafid hari ini resmi menjadi Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat. Ada yang menarik dari terpilihnya Meutya sebagai pimpinan komisi yang membidangi pertahanan, keamanan, luar negeri dan komunikasi itu.

Inilah untuk pertama kalinya sejak tiga periode ada perempuan duduk di pimpinan Komisi I DPR. Sebelumnya pada periode 1992-1997 dan 1997-1999 ada Aisyah Amini, politikus Partai Persatuan Pembangunan yang duduk sebagai Ketua Komisi I DPR.


Foto: Aditya Mardiastuti


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq pun berharap masuknya Meutya di jajaran pimpinan Komisi I akan membawa angin segar dan sesuatu yang baru. "Yang membahagiakan setelah ibu Aisyah Amini menjabat salah satu pimpinan Komisi I setelah 3 periode 15 tahun yang lalu, ada lagi salah satu wakil perempuan. Semoga ini memberi sesuatu yang baru," kata Mahfudz Siddiq dalam sambutannya sebelum pelantikan Meutya sebagai Wakil Ketua Komisi I di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/2/2016).

Disebut dan digadang menjadi penerus Aisyah Amini, Meutya Hafid sempat terdiam. Dia mengaku bangga dan terharu disebut sebagai penerus Aisyah Amini yang dikenal sebagai 'Singa Betina dari Senayan'.

"Bangga, terharu, tapi jujur sempat jadi terdiam berfikir. Bagaimana bisa meneruskan semangat Ibu Aisyah Amini. Lebih dari itu bagaimana meneruskan prestasi-prestasi dan keberanian beliau," kata Meutya.

Menurut dia kondisi parlemen saat ini di era keterbukaan berbeda sekali di zaman Aisyah Amini dan Orde Baru. "Tantangannya berbeda. Namun mudah-mudahan bisa sebaik Ibu Aisyah Amini," kata Meutya.

Aisyah Amini yang lahir di Padangpanjang Sumatra Barat tanggal 1 Desember 1931 adalah politisi Partai Persatuan Pembangunan. Di masa orde Baru dia cukup disegani.

Dia sangat lantang dalam memperjuangkan kebijakan yang menyangkut kepentingan rakyat dan kesetaraan gender. Tak heran jika di masa itu Aisyah Amini mendapat julukan 'Singa Betina dari Senayan'.

Akankah Meutya Hafid menjadi singa betina baru di Senayan?

(erd/tor)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads