Ratusan petugas itu berstatus Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), mereka mengikuti apel di halaman Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (1/2/2016).
"Jangan biarkan orang mengetem sembarangan, enggak boleh parkir di tempat yang bukan tempat parkir, enggak boleh ada setor menyetor (suap ke petugas)," kata Ahok kepada para petugas yang berbaju putih hitam itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan pernah berpikir menerima suap, dan tidak ditoleransi sama sekali. Jangan berpikir sanksinya hanya putus kontrak. Tidak. Kalau ketangkap, saya minta kepada kepolisian, saya mau pidana!" kata Ahok mewanti-wanti.
Dalam acara yang dihadiri Sekjen Kemenhub Sugihardjo ini, Ahok menyatakan tak segan-segan memutus kontrak petugas yang baru ini. Dia ibaratkan, petugas ini merupakan cangkokan dari lembaga lain (Kemenhub). Jangankan memangkas ranting cangkokan, memangkas 'pohon utama' saja Ahok berani, yakni memecat PNS.
Ahok mengimbau petugas tidak terima setoran |
"Saya berani membuang 30 sampai 40 persen PNS, berani kami lakukan. Karena mereka enggak kerja," kata Ahok.
Ada pula salah satu peserta apel yang pingsan di pagi ini saat Ahok berpidato sambutan. Ahok mengingatkan bahwa di DKI ini, sebenarnya tak perlu orang yang terlalu pintar, namun perlu orang yang kuat ototnya menghadapi permainan koruptif.
(dnu/aan)












































Ahok mengimbau petugas tidak terima setoran