"Saya ingin yakinkan, penindakan dan pemberantasan tidak akan berkurang. Banyak media mengutip penindakan akan berkurang, tidak betul. Kami dilantik 21 Desember, belum 3 minggu kami sudah OTT," kata Agus.
Hal ini disampaikan Agus dalam Konferensi Nasional Forum Rektor Indonesia 2016 di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sleman, Sabtu (30/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arah pencegahan dan pemberantasan korupsi akan ditujukan ke hajat hidup orang banyak. Beberapa di antaranya sumber daya alam, yang termasuk di antaranya migas.
"Pangan, sangat memprihatinkan, infrastruktur, APBN masih menjadi fokus, pajak di sana bukan main permainannya," tutur Agus.
Pihaknya juga telah menyusun rencana strategis yang akan diwujudkannya pada pertengahan Maret 2016.
KPK juga membuka kerjasama dengan banyak pihak untuk berbagi data dan informasi. Hal ini dilakukan di tengah kekurangan KPK dari sisi sumber daya manusia.
"SDM penyidik di KPK kurang luar biasa. Saat ini ada 98 penyidik, 28 penyidik independen. Kami ingin sistem bekerja masif, sehingga bukan kebetulan tertangkap, tapi semua yang korupsi bisa ketangkap," ulasnya.
(sip/bal)











































