"Waktu itu ada larangan melihat langsung gerhana matahari total karena bisa menyebabkan kebutaan," kata Mohammad Noerman (61) yang saat gerhana terjadi berada di Pangkep, Sulawesi Selatan. "Bahkan ada beberapa petugas yang melarang warga agar tidak berlalu lalang jika tidak ada keperluan," katanya.
Menurutnya, mitos-mitos seputar gerhana tak terlalu berpengaruh kepada warga Pangkep. Namun imbauan pemerintahlah yang membuat mereka takut. Menjelang gerhana, kata dia, ustad di masjid berkali-kali mengingatkan agar jangan melihat gerhana karena bisa buta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Noerman yang saat ini menetap di Pamulang, Banten, naik ke lantai dua rumahnya dan menikmati gerhana matahari dengan memakai kacamata las. Ia masih ingat saat gerhana matahari total, suasana di luar ruangan meredup dan menjadi seperti dini hari.
Gerhana matahari total 1983 melintasi Jawa lalu bergerak Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, lalu berakhir di sisi selatan Papua. Sejak 1901, ini pertama kali jalur gerhana melintasi Jawa. Gerhana matahari total akan melintasi Indonesia lagi pada 9 Maret 2016, yakni melewati Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara.
(okt/jor)










































