Kisah Getir 2 Warga Majalaya Korban Sindikat Jual Beli Ginjal Ilegal

Kisah Getir 2 Warga Majalaya Korban Sindikat Jual Beli Ginjal Ilegal

Baban Gandapurnama - detikNews
Jumat, 29 Jan 2016 17:48 WIB
Kisah Getir 2 Warga Majalaya Korban Sindikat Jual Beli Ginjal Ilegal
Foto: baban/detikcom
Bandung - Sindikat perdagangan organ tubuh manusia dibongkar Bareskrim Mabes Polri. Polisi sudah mengamankan tiga tersangka kasus dugaan transplantasi ginjal ilegal. Sekian banyak korban, ada dua korban yang merupakan warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mau berbagi kisah terjerumus bisnis gelap tersebut. Begini ceritanya.

Ialah Ifan Sofyan (18), warga Kampung Simpang, Desa Wangisagara, Kabupaten Majalaya, Kabupaten Bandung. Pemuda tersebut mengaku mengenali salah satu tersangka yaitu AG yang berperan sebagai perekrut korban atau pednor ginjal.

"Saya sudah lama kenal dengan AG. Jadi dia (AG) yang menjual ginjal saya ke pasien di Jakarta," ucap Ifan sewaktu di rumah kontrakannya, Jumat (29/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, selain AG, tim Bareskrim turut menangkap dua pria lainnya, DD dan HS, pada pertengahan Januari 2016 lalu. Ifan pun pernah berjumpa dengan DD dan HS pada Agustus 2015.

"Waktu mau operasi, saya diantar AG ke Gerbang Tol Pasirkoja (Kota Bandung). Setelah itu, saya dijemput serta dibawa oleh DD dan HS ke Jakarta. Sebelum operasi, saya hanya satu kali tes kesehatan, rontgen dan cek darah," ujarnya.

Ifan mengaku menjalani operasi pengangkatan ginjal bagian kiri pada 26 Agustus 2015 di salah satu rumah sakit terkenal di Jakarta Pusat. "Saya jual ginjal ini kepada seorang pria berusia sekitar 30 tahun. Saya enggak kenal dengan orang yang mendapatkan cangkok ginjal itu," kata Ifan yang kini tinggal bersama istri dan satu anaknya.

Usai menjalani perawatan selama tiga hari di rumah sakit, Ifan pulang ke kampung halamannya tersebut. Dia diantar DD dan HS. Sindikat penjahat itu langsung membayar kontan uang puluhan juta rupiah kepada Ifan.

Serupa diungkapkan Edi Midun (39), warga Kampung Pangkalan, Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. "Kalau saya kenal AG sejak masa kecil dulu. Lewat AG, saya kenal dengan DD dan HS," ucap Edi.

Pria berkumis ini menjual ginjalnya melalui perantara AG. Setelah sepakat soal harga, Edi berangkat ke Jakarta bersama AG, DD dan HS pada Oktober 2014 guna operasi pencangkokan ginjal. "Sebelum operasi, saya enam kali dites kesehatan di Jakarta. Waktunya bertahap. Pernah juga tes darah di salah satu klinik laboratorium di Kota Bandung," ujar Edi.

Setelah dipastikan sehat secara medis, Edi dipertemukan dengan pasien penerima cangkok ginjal di sebuah rumah sakit tersohor di Jakarta. Pasien itu, sambung dia, pria berusia sekitar 35 tahun.Β  Singkat cerita, proses operasi berlangsung sukses. Edi terpaksa kehilangan ginjal kirinya demi mengantongi uang puluhan juta rupiah. (bbn/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads