Dua Kapal Perang TNI AL Masih Berpatroli di Ambalat

Dua Kapal Perang TNI AL Masih Berpatroli di Ambalat

- detikNews
Selasa, 08 Mar 2005 20:43 WIB
Jakarta - TNI AL mengurangi jumlah kapal yang berpatroli di wilayah Ambalat di Laut Sulawesi, Kalimantan Timur, dari tujuh menjadi dua kapal perang. Lima kapal perang lainnya melakukan patroli di perbatasan RI-Malaysia di Tarakan.Menurut Kadispen TNI AL Laksamana Pertama Abdul Malik Yusuf, keberadaan tujuh kapal perang adalah untuk mengamankan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke kawasan perbatasan RI-Malaysia. Presiden SBY mengunjungi pos perbatasan di Sebatik setelah melihat proses pemulangan tenaga kerja Indonesia dari Malaysia di Nunukan. "Kaitannya tujuh kapal yang di sana untuk mendukung kegiatan RI 1 meninjau PJTKI di Nunukan, dan Pulau Sebatik," kata Abdul Malik.Abdul Malik, yang dihubungi detikcom, melalui telepon selulernya, Selasa (8/3/2005) malam, setelah kegiatan pengamanan presiden selesai dua kapal perang tetap melakukan patroli. "Yang di sana tetap patroli untuk mengawari pembuatan suar di Pulau Karang Unarang," jelasnya.Sementara lima kapal lainnya, menurut Abdul Malik, berada di Tarakan untuk melakukan patroli di daerah perbatasan di kawasan.Namun Abdul Malik tidak menolak kalau disebut TNI AL menarik mundur lima kapal perang dari kawasan Ambalat sebagai dinyatakan Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur Laksamana Muda Sosialisman. "Kalau Panglima bilang begitu, ya mungkin memang begitu," katanya.Sosialisman, sebagaimana dikutip kantor berita Antara menyatakan TNI AL hanya meninggalkan dua kapal perang untuk berpatroli di kawasan Ambalat karena Malaysia juga hanya meninggalkan dua kapal perangnya di kawasan itu. (gtp/)


Berita Terkait