Anggota Poros Muda Partai Golkar Andi Sinulingga menegaskan meski kepengurusan Riau diperpanjang, namun keberadaan Tim Transisi mesti diperhatikan. Β
Menurutnya, keberadaan tim transisi diperlukan untuk mengawal proses rekonsiliasi dari pembentukan kepanitiaan sampai terselenggaranya Munas atau Munaslub yang terbuka, demokratis, dan terbuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada dikatakan anggota Poros Muda Golkar lain Ahmad Doli Kurniawan. Doli menekankan keberadaan tim transisi bisa mengawal legalitas peserta munas atau munaslub. Dengan senioritas dan pengalaman di partai, tim transisi menjadi pihak yang memberikan masukan.
"Itu diperlukan. Makanya kami minta agar tim transisi tetap mengawal kebesertaan munas mengacu semangat surat keputusan Menkumham," tuturnya.
Seperti diketahui, Mahkamah Partai Golkar yang dipimpin Muladi memutuskan membentuk tim transisi sebagai upaya untuk penyelesaian sengketa Golkar. Tugas tim transisi ini menentukan kebesertaan, panitia, waktu, aturan pelaksanaan munas.
Dalam susunan tim transisi ini, BJ Habibie ditunjuk sebagai pelindung, sementara Jusuf Kalla sebagai ketua.
Adapun anggota tim transisi adalah Ginanjar Kartasasmita, Emil Salim, Abdul Latief, Siswono Yudo Husodo, Akbar Tandjung, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Theo M Sambuaga, dan Sumarsono.
(hat/erd)











































