Hendri (49), guru yang juga lembina OSIS SMP Segar Cimanggis mengatakan peristiwa ini sudah dilaporkan ke Polsek Cimanggis. Kerugian sekolah diperkirakan selitar Rp 40 juta.
Setelah mencuri di SMP Segar, kawanan pecuri ini beraksi di gedung Majelis Agama Konghucu Indonesia (Makin) dan Yayasan Semangat Genta Rohani. Di sini pecuri hanya berhasil mengambil uang receh Rp 10 ribu dari dalam kotak jemaah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari banyaknya jejak sepatu di TKP, diperkirakan pelaku berjumlah lebih dari satu orang. Pelaku masuk ke dalam sekolah melalui makam kuburan Tiong Hoa dengan memanjat pagar sekolah setinggi tiga meter. Diperkirakan, pelaku sudah mengenal seluk beluk sekolah, masuk dengan cara mencongkel pintu ruang kerja kepala sekolah.
Peristiwa kemalingan ini sudah terjadi dua kali di sekolah ini. Untuk yang pertama kejadian sudah setahun lalu, tapi tidak dilaporkan ke polisi karen kerugian sedikit.
Sekolah biasa dijaga oleh dua orang satpam siang dan malam. Kemungkinan pelaku beraksi sekitar antara pukul 01.00 WIB hingga 02.00 WIB saat petugas sedang lengah.
Kapolsek Sukmajaya AKP Supriyadi mengatakan pihaknya kesulitan melakukan penyelidikan lantaran sekolah belum terpasang CCTV.
"Pada saat kejadian, petugas jaga malam tidak sedang bekerja. Selain itu tidak ada CCTV. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Saksi-saksi serta foto hasil identifikasi sudah kita bawa untuk bukti-bukti," ujar AKP Supriyadi.
(imk/imk)











































