Sebelumnya, Akhmadi melapor ke Polsek Kedungwaringin pada Selasa (26/1) untuk meminta bantuan pencarian ayahnya. Akhmadi juga meninggalkan foto ayahnya dengan harapan polisi bisa mengenali wajah ayahnya ketika melakukan pencarian.
"Menurut keterangan anaknya, bapaknya itu pergi meninggalkan rumahnya tanpa diketahui keluarganya," ujar Kasubag Humas Polres Bekasi Kabupaten Iptu Mansyur kepada detikcom, Kamis (28/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Informasinya bapaknya sudah linglung," kata Mansyur saat ditanya alasan Mulud meninggalkan rumahnya itu.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh aparat Polsek Kedungwaringin. Polisi menyebar foto dan berita hilang tersebut ke seluruh sudut kota, termasuk ke sopir angkutan umum dan tukang ojek.
Doa Akhmadi pun terjawab. Keesokannya, Rabu (27/1)Β siang, Tohadi (28), mendatangi Polsek Kedungwaringin. Sopir angkot K17 jurusan Tanjungpura-Klari, Karawang mengantarkan Mulud ke Polsek Kedungwaringin.
"Kemudian anggota Polsek menghubungi anaknya tersebut dan sekitar pukul 15.30 WIB, Rabu (27/1) anaknya datang ke Polsek," lanjutnya.
Akhmadi pun dipertemukan dengan ayahnya itu. Mulud yang dikonfirmasi oleh polisi apakah betul Akhamdi adalah anaknya, mengiyakan sambil mengangguk.
Akhmadi sempat sungkem saat dipertemukan dengan bapaknya itu. Keduanya pun berpelukan. Tangis haru pun pecah dari mata ayah dan anak tersebut. (mei/rii)










































