ADVERTISEMENT

Kadinkes DKI: 2 WN Australia di Klinik Chiropractic Bekerja Secara Ilegal

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 28 Jan 2016 15:20 WIB
Polisi Tahan 2 WN Australia Terkait Kasus Chiropractic (Foto: Rengga Sancaya/detikFoto)
Jakarta - Kakak-beradik WN Australia, Anthony Kingsley Dawson dan Thomas Prestley Dawson ditangkap aparat Polda Metro Jaya terkait praktik Klinik Chiropractic Indonesia. Keduanya diduga melakukan praktik kesehatan secara ilegal di klinik tersebut.

"Walaupun di klinik yang ada izin tetapi dia bekerja tidak legal," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi Priharto saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (28/1/2016).

Polisi Tahan 2 WN Australia Terkait Kasus Chiropractic (Rengga Sancaya/detikFoto)

Menurut Koesmedi, berdasarkan izin pada klinik tersebut, Anthony bertindak sebagai direktur utama. "Tetapi dalam kenyataannya dia memegang pasien," ujarnya.

Pun halnya dengan Thomas, adik Anthony, yang mengaku sebagai konsultan di Chiropractic Indonesia. Pada kenyataannya Thomas juga bertindak menangani pasien di klinik tersebut.

Polisi Tahan 2 WN Australia Terkait Kasus Chiropractic (Foto: Rengga Sancaya/detikFoto)

"Kalau konsultan Chiropractic itu dia harusnya tidak memegang pasien tapi dia hanya memegang instruksi-instruksi untuk memberikan ilmu kepada seseorang yang memegang atau melakukan pekerjaan tersebut," jelas Koemedi.

Polisi Tahan 2 WN Australia Terkait Kasus Chiropractic (Foto: Rengga Sancaya/detikFoto)

Koesmedi menyampaikan, tenaga medis pelayanan kesehatan tidak diberikan izin untuk melayani kesehatan. "Kalau diberikan izin untuk konsultan manajemen memang ada, tetapi untuk pelayanan kesehatan," imbuhnya.

(Baca juga: 6 Klinik Chiropractic yang Dibuka Kakak-Beradik WN Australia Disegel)

Koesmedi mengimbau kepada institusi jasa pelayanan kesehatan untuk menempelkan izin operasi di tempat yang bisa dilihat oleh pasien.

"Saya juga imbau seluruh institusi yang memberi pelayanan kesehatan baik itu rumah sakit atau klinik, izin klinik dan izin operasinya harus ditempel dan bisa dilihat masyarakat. Demikian juga izin dari tenaga kesehatan harus ditempel di tempat yang bisa dilihat masyarakat," tutupnya. (hri/hri)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT