Potensi Konflik Tinggi Jika Ipul Terpilih Ketua Umum PKB
Selasa, 08 Mar 2005 19:11 WIB
Jakarta -
Situasi PKB akan terus mengalami konflik bila Syaifullah Yusuf terpilih sebagai Ketua Umum (ketum) DPP PKB. Pasalnya eksistensi Gus Ipul dalam PKB sangat tinggi. Demikian diungkapkan Koordinator Wilayah Jawa, Kalimantan, Bali, NTB dan NTT DPP PKB Lalu Misbah Hidayat dalam perbincangannya dengan wartawan di gedung DPR/MPR Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (8/3/2005)."Sejak Syaiful masuk PKB, konflik dalam partai terus ada sampai dia diberhentikan dari PKB. Sehingga kalau dia menjadi ketum maka potensi konflik sangat tinggi" papar Misbah yang mengaku memperhatikan resistensi terhadap Syaiful sejak tahun 2002."Konsep itu terus menerus terjadi dalam PKB. Sekedar diketahui menjelang Muktamar PKB 16-18 April di Semarang, ada dua nama yang bersaing kuat merebut posisi ketum. Mereka adalah Syaifullah Yusuf dan Muhaimin Iskandar.Mengenai figur Muhaimin, Misbah mengaku potensi konflik dalam PKB justru lebih kecil. "Dia adalah salah satu figur yang bisa menyerap konflik" terangnya.Bila dipimpin Muhaimin, konflik dalam partai bisa mereda. "Saya menilai ini adalah modal utama untuk menghindari PKB mengalami konflik yang berkepenjangan lagi" ungkapnya.Menurutnya untuk ke depan PKB harus menghindari konflik internal untuk menjadi partai yang besar."Karena dalam 10 tahun ke depan wajah PKB harus berubah bukan lagi menjadi partai agama tapi juga partai yang beraliran nasionalis agamis".Menanggapi pernyataan Gus Dur yang pernah menyebut dirinya sebagai calon ketum alternatif, Misbah mengaku hal tersebut masih sebatas wacana."Setiap orang kan berhak bicara seperti itu, toh didalam PKB tidak ada putra mahkota. Tapi kalau memang Muktamar menghendaki, saya siap menanggung tanggung jawab itu" jelas salah satu Ketua DPP PKB ini.Usulan Perubahan StrukturMisbah yang juga merupakan korlip organisasi dan keanggotaan DPP PKB mengusulkan adanya perubahan struktur yang fundamental dalam PKB. Ia mengusulkan adanya ketum yang membawahi ketua Dewan Syuro dan Ketua Dewan Tanfidz.Posisi ini menurutnya layak diisi oleh Gus Dur."Kita memang harus tetap mengultuskan Gus Dur, karena kalau kita justru meniadakan beliau maka PKB bisa hancur berantakan".Dalam struktur tersebut lebih lanjut ketum akan dibantu oleh Wakil Ketua dan Sekjen. "Saya sudah sampaikan usul ini ke Gus Dur. Nanti juga akan dibahas dalam rapat panitia pengarah" ujar Hidayat yang juga anggota SC Muktamar PKB ini.
(ism/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































