"Nusakambangan sebenernya begini, kemarin itu kan melalui tamu ada keluarga. Iya melalui keluarga," ujar Yasonna di Kantor Menko Polhukam, Rabu (27/01/2016).
Komunikasi yang dilakukan kepada Aman juga disebut-sebut melalui teknologi canggih yang diciptakan Bahrun. Terkait hal tersebut Yasonna mengaku tidak mengetahuinya. Aman adalah terpidana kasus terorisme yang ditahan di Lapas Nusakambangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai komunikasi yang terus berjalan pun dari dalam lapas, Yasonna mengaku memang tak bisa membatasi hal tersebut. Sebab seketat apapun pengawasan di Lapas, para napi punya banyak cara dan celah untuk melakukan komunikasi dengan orang luar.
"Makanya sekarang kita awasi betul. Kita batasi apa yang menjadi cara mereka untuk bisa menyebarkan faham mereka. Kita kerjasama sama BNPT dan Polri," ujar Yasonna.
(faj/faj)










































