Gaya Presiden Soeharto Menikmati Gerhana Matahari Total 1983

Gerhana Matahari Total di Indonesia

Gaya Presiden Soeharto Menikmati Gerhana Matahari Total 1983

Okta Wiguna - detikNews
Rabu, 27 Jan 2016 19:39 WIB
Gaya Presiden Soeharto Menikmati Gerhana Matahari Total 1983
Foto: Bagus Setyo Nugroho
Jakarta - Presiden Soeharto memilih mudik bersama keluarga ke Jawa Tengah menjelang gerhana matahari total pada 11 Juni 1983. Ketika beberapa menterinya menyaksikan gerhana di Candi Bodobudur, Soeharto memilih berdiam di Dalem Kalitan, Solo.

Dua hari sebelum gerhana, Soeharto ziarah ke makam keluarga di Yogyakarta. Lalu sehari sebelum gerhana, ia nyekar di Astana Giribangun, Solo.

Ketika gerhana berlangsung, Soeharto memilih menyaksikannya lewat televisi. Saat itu satu-satunya stasiun televisi, TVRI, menayangkan siaran langsung fenomena langka itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soeharto lewat Menteri Penerangan Harmoko memang menginstruksikan agar masyarakat tak keluar rumah dan menonton gerhana lewat televisi saja. Instruksi presiden itu diteruskan berbagai instansi dengan memasang spanduk dan menyebar pamflet bahaya kebutaan akibat melihat gerhana secara langsung.

Ilustrasi: Mindra Purnomo


Sepanjang gerhana, tak nampak kegiatan khusus di Dalem Kalitan. Tak terlihat juga peralatan melihat gerhana. Pintu gerbang Dalem Kalitan tertutup dengan Paspampres terlihat berjaga di luar.

Sore harinya, Soeharto kembali ke Jakarta. Ia terbang dengan pesawat kepresidenan dari Lanud Adisumarmo.

Sementara itu Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah juga tak membuat persiapan khusus menonton gerhana. Sehari menjelang gerhana, Wapres Umar meresmikan proyek di Cilacap. Lalu pada hari gerhana ia memilih ziarah ke makam orang tuanya di Tebon, Sidoluhur, Godean, Yogyakarta.

Sementara itu mantan Wapres Adam Malik memilih menonton gerhana di Cepu, Jawa Tengah. Ia bergabung dengan puluhan turis dan astronom asing yang mengamati gerhana di sana. (okt/okt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads