"Melihat beberapa kasus yang terjadi tahun lalu akibat tingginya curah hujan, kita sudah memetakan titik rawan sebagai upaya preventif, hasil verifikasi terdapat 127 titik rawan di wilayah Indonesia," ujar Dirjen Perkeretaapian M. Popik Montanasya dalam jumpa pers di kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (27/1/2015).
Popik tak menjelaskan detail di mana saja 127 titik rawan tersebut, hanya disebutkan tersebar sepanjang Sumatera hingga Jawa. Tak hanya rawan longsor, ada juga titik yang rawan banjir akibat buruknya sistem drainase.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Popik mengatakan semua lokasi rawan telah dipantau oleh balai teknis perkeretaapian. Salah satunya dengan rutin melakukan pemeriksaan di lokasi tersebut.
"Selain itu jika terjadi longsor kami sudah siapkan tim reaksi cepat, kami siapkan enam kendaraan taktis yang dilengkapi penanganan lokasi rawan longsor. Hal ini sebagai langkah ansitipasi dari Ditjen Perkeretaapian," pungkasnya. (edo/rna)











































