Kata Menko Luhut Soal Tuduhan Pemakaian Server di Sydney untuk Spionase

Kata Menko Luhut Soal Tuduhan Pemakaian Server di Sydney untuk Spionase

Kartika Sari Tarigan, - detikNews
Rabu, 27 Jan 2016 16:09 WIB
Kata Menko Luhut Soal Tuduhan Pemakaian Server di Sydney untuk Spionase
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Peneliti dari Australia menyebut Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) Republik Indonesia memakai server di Ultimo, Sydney, Australia, untuk kegiatan mata-mata alias spionase. Apa tanggapan Menko Polhukam Luhut Pandjaitan soal adanya tuduhan ini?

"Kalaupun saya tahu saya enggak akan cerita ke kamu," kata Luhut saat ditanya mengenai hal tersebut, di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Rabu (27/1/2016).

Tanpa memberikan penjelasan yang detail, Luhut mengatakan bahwa pemerintah berupaya untuk melindungi rakyat Indonesia. Semua itu maksudnya baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pokoknya gini ya, kita menggunakan semua.., untuk membuat negara ini aman. Tapi bukan dalam konteks memata-matai rakyat kita. Tapi dalam konteks kalau tiba-tiba kena, karena itu begini jadi dari saring gede terus kecil sampai ke titiknya," ujar Luhut.

Sebelumnya, Lemsaneg menganggap dugaan itu adalah upaya pancingan pihak luar untuk menciptakan situasi tertentu. "Itu abaikan saja," tanggap Kepala Lemsaneg Djoko Setiadi kepada detikcom, Rabu (27/1/2016).

Djoko tak ingin banyak menanggapi dugaan dari peneliti teknologi negara di selatan Indonesia itu. Apakah itu berarti dugaan Lemsaneg menggunakan server di Ultimo Sydney itu tidak benar?Β Β  "Itu orang memancing kita saja. Kita tidak usah terpancing," jawab Djoko atas pertanyaan itu.

Sebelumnya diberitakan, kelompok peneliti bidang teknologi menyatakan sebuah server proxy dalam pusat data Global Switch di Ultimo, Sydney, digunakan oleh pemerintah Indonesia. Server di Global Switch itu digunakan untuk mengaburkan pengguna Spyware agar tidak ketahuan. Spyware dari The FinFisher Gamma Group adalah perangkat lunak yang digunakan Indonesia.

"Kami mampu mengidentifikasi satu pengguna pemerintahan tertentu di dalam Indonesia, Lembaga Sandi Negara, tetapi kami juga menemukan bukti bahwa ada banyak pengguna pemerintahan lain di dalam Indonesia, dengan kata lain, banyak lembaga terpisah yang menggunakan jasa terpisah dari FinFisher," kata salah satu tim peneliti di Citizen Lab, Bill Marczak.

Spyware dari FinFisher itu dijual secara eksklusif kepada instansi pemerintah sebagai cara untuk "membantu mengidentifikasi, menemukan dan menghukum penjahat serius". Sekali digunakan, FinFisher mampu untuk mengontrol setiap komputer atau ponsel yang diinfeksi, menyalin file, mencegat panggilan Skype, dan mengaktifkan mikrofon atau webcam dari jarak jauh.

Server proxy di Ultimo berada di antara jaringan server FinFisher di seluruh dunia yang diresmikan oleh Bill Marczak. Penelitian ini juga mengungkap, Indonesia adalah salah satu pengguna paling sering dari Spyware FinFisher.

(faj/faj)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads