Ketika itu sebagian besar anggota DPR bolos demi menonton siaran langsung gerhana di TVRI bersama keluarga di rumah. "Saya hanya sekadar melihat suasana," kata seorang anggota DPR yang masuk kerja seperti dilansir Suara Karya pada 12 Juni 1983.
Karyawan DPR pun lebih banyak bergerombol menonton siaran gerhana. Televisi yang paling banyak diserbu adalah yang berada di ruangan wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepinya aktivitas juga terlihat di pengadilan di Ibu Kota. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, misalnya, banyak sidang yang ditunda. Bahkan sejak pukul sepuluh pagi, banyak hakim yang pulang cepat demi menonton gerhana di rumah.
"Beberapa sidang terpaksa ditunda," kata seorang panitera PN Jakarta Pusat yang ikut menonton siaran langsung di televisi di sebuah rumah di belakang gedung pengadilan. "Maklum selama seumur hidup cuma sekali kita melihat gerhana matahari."
![]() |
Sementara itu di kantor-kantor pemerintah, pegawai negeri rata-rata tidak bekerja karena menonton siaran langsung gerhana. Kantor-kantor kementerian ketika itu memang menyiapkan televisi. Bahkan ada ruangan yang sengaja digelapkan demi nonton bareng gerhana matahari.
Gerhana matahari total eksklusif di Indonesia akan terjadi lagi pada 9 Maret 2016. Kali ini gerhana tak mampir di Jawa. Daerah yang dilintasi gerhana matahari total hanya Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan sekitar Maluku. (okt/mad)












































