"Iya, pak Ical dan Pak Agung sudah menyatakan pernyataan tak akan maju. Saya bersyukur. Dan Alhamdulillah, selama satu tahun saya berjuang. Ini saya yakin, Golkar sudah semakin kembali ke jati dirinya menghadapi Pileg atau Pilpres mendatang," ujar Agun di sela seminar 'Amandemen Konstitusi' di Gedung IASTH, JL Salemba Raya, Jakarta, Rabu (27/1/2016).
Dia mengatakan munculnya keputusan untuk Munaslub tahun ini mesti diapresiasi dan didukung. Namun, ada beberapa hal yang harus jadi catatan agar Golkar menjadi partai milenium, maju, dan mandiri seperti yang diutarakan senior politisi BJ Habibie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, bagaimana idealnya calon ketua umum Golkar yang manu dalam Munaslub nanti?
"Dia punya leadership yang kuat. Sigap, kuat,trengginas, dalam menghadapi situasi dan dia bebas dari kepentingan luar," tuturnya.
Kemudian, dia menyinggung kader Golkar yang maju dalam Munaslub nanti mesti mengacu prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tak tercela (PDLT). Lalu, harus punya pengalaman 5 tahun di struktur kepengurusan Golkar.
"Mekanismenya harus PDLT. Luar Golkar tak boleh masuk begitu saja, dia harus punya pengalaman 5 tahun di kepemimpinan kepengurusan. Kader muda yang harus direpresentasikan," tuturnya.
(hat/erd)











































