Lake Toba Summit Bukan Buat Cari Utangan ke Asing
Selasa, 08 Mar 2005 17:24 WIB
Medan - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) HT Rizal Nurdin menegaskan bahwa pertemuan antar pemerintah regional (setingkat gubernur) sedunia atau "Lake Toba Summit" di Medan, Parapat, dan Brastagi pada 10-12 Maret 2005, bukan merupakan forum untuk meminta bantuan asing atau wadah menambah utang luar negeri RI."Meski tidak tertutup kemungkinan ada sejumlah negara yang terinspirasi memberikan bantuan terutama untuk rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah yang terkena bencana tsunami, akan tetapi sekali lagi saya katakan kita tidak minta-minta apalagi ada urusan pinjam meminjam uang dalam forum ini," kata Rizal Nurdin pada wartawan di kantornya Jalan Diponegoro Medan, Selasa (8/3/2005).Hal ini ditegaskannya menanggapi aksi sejumlah mahasiswa yang unjukrasa ke kantornya beberapa hari lalu yang menduga Lake Toba Summit merupakan langkah awal investasi asing di negara ini sehingga mereka khawatir hanya akan menjadikan rakyat Indonesia budak di negeri sendiri.Pada dasarnya Gubernur Sumut menyatakan menghargai setiap aspirasi yang disampaikan oleh elemen masyarakat termasuk kalangan mahasiswa apalagi disampaikan secara tertib dan damai."Kemungkinan menolakan pertemuan gubernur sedunia dikarenakan belum memperoleh informasi yang pas tentang forum ini," tukas Rizal Nurdin.Yang jelas, kata Rizal, forum ini tidak ada hubungannya untuk memunculkan budak atau penjajah ekonomi, apalagi akan menambah hutang. Sedangkan tengabantuan saja pun bukan merupakan hal spesifik pada event ini.Melalui forum pertemuan tingkat tinggi antarpemerintahan regional yang peduli terhadap masalah pembangunan berkelanjutan (Network of Regional Governments for Sustainable Development/NRG4SD) di tiga kota di wilayah Sumut ini, tidak tertutup kemungkinan lahirnya komitmen bantuan untuk pelaksanaan rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah-wilayah yang rusak pasca bencana gelombang tsunami.Dikatakan Rizal, pertemuan antarpemerintahan regional sedunia yang mengambil tema "Global Partnership on Rehabilitation and Reconstruction of Post Disaster Settlement, diharapkan dapat meningkatkan kerjasama global dalam menangani perbaikan dan pembangunan kembali wilayah-wilayah yang terkena bencana alam.
(nrl/)











































